Ilustrasi mata uang digital - - Foto: Medcom
Ilustrasi mata uang digital - - Foto: Medcom

Tantangan Mata Uang Digital Bank Sentral bagi Seluruh Dunia

Ekonomi Bank Indonesia Mata Uang Mata Uang Digital Bank Sentral Presidensi G20 Side Event G20
Eko Nordiansyah • 25 April 2022 20:54
Jakarta: Bank Indonesia (BI) dan Bank for International Settlements (BIS) Innovation Hub meluncurkan G20 Techsprint Initiative 2022 sebagai salah satu side event Presidensi G20 Indonesia. Pada Presidensi G20 Indonesia tema yang diangkat adalah Central Bank Digital Currencies (CBDCs).
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan tujuan akhir dari CBDC dapat dicapai melalui pengakuan akan pentingnya pemahaman bersama mengenai teknologi dan kolaborasi inklusif di antara negara-negara maju dan berkembang sebagaimana tujuan utama Presidensi G20.
 
"Melalui G20 TechSprint 2022, kami bermaksud mendorong dan mengajak komunitas tingkat internasional untuk menyampaikan solusi yang paling praktis dalam merancang dan mengimplementasikan CBDC," kata dia dalam keterangan resminya, Senin, 25 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


G20 Techsprint Initiative 2022 merupakan ajang kompetisi internasional untuk menggali inovasi dalam rangka mengembangkan solusi mutakhir berbasis teknologi yang berkesinambungan dan terbuka untuk diikuti oleh peserta dari berbagai komunitas di seluruh dunia.
 
Sementara itu, General Manager BIS Agustín Carstens menyebut, terdapat keniscayaan CBDC memiliki banyak potensi untuk mendukung kepentingan publik di era uang digital ini. Menurutnya, kepercayaan masyarakat pada uang merupakan perekat sistem keuangan.
 
"Karena itu, seiring kemajuan teknologi, bank sentral harus memastikan sistem moneter secara fundamental tetap berlaku sebagai barang publik, termasuk harus menjaga stabilitasnya," ungkapnya.
 
Techsprint atau Hackathon (hack marathon) tahun ini mengundang inovator di seluruh dunia untuk mengembangkan solusi baru dalam menerbitkan serta mengedarkan CBDC dan menggunakannya untuk keperluan keuangan inklusif, melanjutkan keberhasilan inisiatif dalam pengaturan dan pengawasan kepatuhan serta solusi pembiayaan hijau pada tahun sebelumnya.
 
Bank Indonesia dan BIS Innovation Hub telah mempublikasikan tiga pokok tantangan (problem statement) pada setiap kategori Techsprint, sebagai berikut:
  1. Membangun sarana yang efektif dan kuat dalam menerbitkan, mendistribusikan dan mentransfer CBDC. Terdapat kebutuhan untuk mengoptimalkan berbagai proses. Kemampuan baru, seperti programabilitas uang, turut mendukung tersedianya layanan inovatif kepada pengguna.
  2. Mendukung inklusi keuangan: CBDC juga menawarkan kesempatan untuk memperdalam inklusi keuangan serta untuk mengatasi hambatan yang dihadapi oleh masyarakat yang belum memiliki rekening bank dan tidak terjangkau oleh bank.
  3. Meningkatkan interoperabilitas: CBDC dapat membantu meningkatkan dan mengaktifkan koneksi serta keterkaitan dalam sistem pembayaran, meningkatkan konektivitas dan interoperabilitas.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif