Ilustrasi. Foto: Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/ Mohammad Rizal.

BTN Genjot Transaksi di Mesin EDC

Ade Hapsari Lestarini • 10 Maret 2022 21:50
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada tahun ini terus mengoptimalkan transaksi pembayaran di mesin penangkapan data elektronik (Electronic Data Capture/EDC).
 
Direktur IT dan Digital BTN Andi Nirwoto mengatakan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) selama pandemi covid-19 berdampak terhadap jumlah transaksi, mengingat nasabah yang datang membatasi untuk bertransaksi secara langsung.
 
"BTN mengantisipasi hal ini dengan membuat promosi-promosi secara intensif dan berkala antara lain bekerja sama dengan merchant dalam membuat program promo yang menarik di berbagai kesempatan tertentu," dalam keterangan resminya, Kamis, 10 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Andi, semakin banyak nasabah BTN bertransaksi menggunakan EDC BTN, akan semakin banyak juga bonus dan keuntungan yang diperoleh seiring gencarnya perseroan melakukan program berupa promosi transaksi dan promosi insentif merchant.
 
"Langkah tersebut diharapkan mendorong dan meningkatkan animo masyarakat untuk terus menggunakan EDC BTN dalam bertransaksi," tuturnya.
 
Dijelaskannya, pada tahun ini perseroan akan fokus terhadap merchant-merchant yang memperkuat ekosistem mortgage dan merchant-merchant anchor yang sifatnya ritel konsumen mulai dari jaringan ritel, optik, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), serta restoran-restoran.
 
Perseroan optimistis tahun ini potensi transaksi pembayaran di EDC BTN yang merupakan salah satu layanan yang digunakan untuk transaksi nontunai akan terus mengalami peningkatan seiring jumlah mesin EDC lebih dari 24.274 unit.
 
Adapun kategori yang paling digemari nasabah antara lain kategori merchant regular, ritel konsumen sebesar 39,71 persen, food and beverage (F&B) sebanyak 22,15 persen, dan industri kesehatan 19,24 persen. Sedangkan kategori merchant anchor terdiri dari home and appliance sebesar 69,75 persen, dan ritel konsumen dengan kontribusi 29,81 persen.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif