Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: dok Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: dok Bank Indonesia

ISEF 2020 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Ekonomi Bank Indonesia ekonomi syariah keuangan syariah
Husen Miftahudin • 07 Agustus 2020 16:38
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-7 Tahun 2020 menjadi momentum kebangkitan bagi para pelaku ekonomi dan keuangan syariah nasional. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi upaya bersama dalam memacu pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
 
"Rangkaian kegiatan penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah dan ISEF ke-7 pada 2020 ini menjadi ajakan kepada seluruh pihak untuk terus berjamaah dalam memacu ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dan di dunia," ujar Perry saat memberi kata sambutan dalam pembukaan acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-7 Tahun 2020 secara virtual, Jumat, 7 Agustus 2020.
 
Mengangkat tema 'Mutual Empowerment in Accelerating Sharia Economic Global Prosperity', ISEF 2020 diharapkan dapat membangkitkan spirit positif dan optimisme bagi para pelaku usaha syariah di tengah upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional imbas pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Momentum ini menjadikan ISEF 2020 semakin kuat urgensinya untuk lebih digaungkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Melalui Festival Ekonomi Syariah dan ISEF yang setiap tahunnya kita lakukan, kita akselerasi secara bersama-sama pengembangan ekonomi syariah ini sebagai kekuatan perekonomian Indonesia," paparnya.
 
Sejak kelembagaan ekonomi dan keuangan syariah diperkuat melalui pembentukan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) pada tahun lalu, seluruh pihak bersama-sama memberdayakan ekonomi dan keuangan syariah secara masif
 
Untuk pengembangan ekonomi syariah dilakukan dengan membangun mata rantai ekonomi halal atau halal value chain. Di sektor ini, pertanian, makanan dan minuman (mamin), fesyen termasuk kosmetik, pariwisata ramah muslim, UMUM syariah, hingga kemandirian ekonomi pesantren terus diberdayakan.
 
Di sektor keuangan syariah, pemberdayaannya dilakukan dengan memobilisasi perbankan dan pasar keuangan syariah. Hal ini diakselerasi dengan meningkatkan pemanfaatan keuangan sosial syariah, zakat, infak, sedekah, dan wakaf agar lebih produktif bagi kemajuan ekonomi umat.
 
"Kita perluas riset, edukasi, dan juga literasi masyarakat. Kurikulum ekonomi syariah, kewirausahaan, dan kampanye luas gaya hidup halal sebagai new lifestyle melalui sinergi di dalam Festival Ekonomi Syariah dan ISEF bagi semua agar lebih inklusif, termasuk bagi para milenial," ucapnya.
Tak lupa, ungkap Perry, pemanfaatan digitalisasi juga menjadi modal penting untuk mengembangan ekonomi dan keuangan syariah saat ini. Oleh karenanya, hal-hal inilah yang mendasari rangkaian seluruh acara Festival Ekonomi Syariah dan ISEF ke-7 tahun 2020 ketujuh dalam tiga bulan ke depan.
 
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014, ISEF kini telah berevolusi secara cepat menjadieventinternasional yang dapat membanggakan Indonesia sebagai kiblat dunia dalam pemanfaatan ekonomi dan keuangan syariah. Sekaligus menjadi platform bersama untuk bersinergi memacu ekonomi dan keuangan syariah global.
 
"Sinergi para mitra strategis semakin kuat dan luas, otoritas, pelaku usaha, institusi keuangan syariah, akademisi, asosiasi, pesantren, maupun masyarakat secara luas. Selain berbagai acara internasional, muslim fesyen show, hingga bisnis matching, ada juga silaturahmi nasional yang melibatkan 110 pimpinan pondok pesantren dari seluruh Indonesia. Bahkan Festival Ekonomi Syariah dan ISEF 2020 menjadi event ekonomi syariah internasional pertama yang dilakukan secara virtual," jelas Perry.
 
ISEF 2020 diselenggarakan sejak 7 Agustus dan akan mencapai puncaknya pada 27-31 Oktober 2020. ISEF 2020 akan menjadi kegiatan ekonomi syariah internasional secara virtual pertama yang bersifat komprehensif, mengintegrasikan seluruh komponen utama penggerak ekonomi dan keuangan syariah, baik pada skala nasional maupun internasional.
 
Rangkaian kegiatan ISEF 2020 terdiri dari 22 serial discussion melalui webinar, 500 exhibition, tujuh business matching, delapan business coaching, silaturahmi nasional, dialog pemberdayaan ekonomi dan usaha pesantren termasuk pelaksanaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) di tiga provinsi, yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatra Barat (Sumbar), dan Jawa Timur (Jatim) serta pelaksanaan kompetisi nasional dan 10 international showcase.
 
Selain itu, berbagai pertemuan internasional akan dilaksanakan, antara lain International Contemporary Fiqih Conference bersama DSN-MUI dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Mesir, Islamic Digital Economy Conference bersama SESRIC-OIC, serta International Halal Lifestyle Conference.
 
"Ke depan, upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang dilakukan Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya nasional, tetap akan difokuskan dengan pendekatan ekosistem yang terintegrasi untuk mendukung program kerja yang telah terkoordinasi pada Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah," tutup Perry.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif