Mengutip Bloomberg, Senin, 3 Mei 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke posisi Rp14.460 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.452 hingga Rp14.470 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di level Rp14.281 per USD.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak sideways pada perdagangan hari ini. Para investor menanti rilis data inflasi dan PMI manufaktur untuk ditelaah dan nantinya dijadikan acuan untuk berinvestasi di pasar modal guna meminimalkan risiko.
"Pagi ini pasar regional dibuka bervariasi dengan Kospi naik 0,07 persen. Untuk IHSG pada hari ini kami perkirakan masih akan bergerak sideways, menanti rilis data Inflasi dan PMI manufaktur dalam negeri," sebut Samuel Research Team.
Pada penutupan pekan lalu, pasar AS bergerak melemah, Indeks Dow Jones turun 0,54 persen, diikuti S&P500 minus 0,72 persen, dan Nasdaq melemah 0,85 persen. Investor AS cenderung melakukan aksi ambil untung setelah pada penutupan Kamis, 29 April, S&P500 mencatatkan rekor all-time high di level 4.211.
IHSG melemah 0,35 persen selama sepekan lalu, dan bergerak melemah 0,29 persen pada Jumat, 30 April, ke level 5.995. Untuk pekan ini minim sentimen dan yang dapat diperhatikan adalah rilis data inflasi dan Markit Manufacturing PMI yang akan dirilis pada hari ini.
Dari dalam negeri, terjadi penambahan 4.349 kasus baru covid-19 pada Minggu, 2 Mei, (Sabtu, 1 Mei penambahan 4.512 kasus) dengan positive rate sebesar 13,6 persen. Sejauh ini, telah ditemukan sebanyak 1,67 juta kasus covid-19 di Indonesia, dengan 1,53 juta di antaranya sembuh.
Terkait vaksinasi, sejauh ini 12,4 juta orang di Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin covid-19 (bertambah sebanyak 13 ribu pada Minggu) dan 7,6 juta telah menerima dosis kedua (bertambah 10 ribu pada Minggu), merefleksikan 6,9 persen dari total target.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News