Ilustrasi. Foto: dok MI/Atet Dwi.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Atet Dwi.

Omicron Tak Pengaruhi Minat IPO

Ekonomi Bursa Saham BEI Pasar Saham ipo Omicron
Annisa ayu artanti • 02 Desember 2021 21:14
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan keberadaan virus covid-19 varian Omicron tidak berpengaruh terhadap rencana perusahaan untuk melantai di bursa.
 
Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan sejauh ini daftar antre perusahaan yang akan melakukan aksi Initial Public Offering (IPO) masih sesuai. Tercatat hingga 2 Desember 2021, ada 30 perusahaan dalam daftar pipeline pencatatan saham BEI.
 
"Hingga saat ini, perusahaan-perusahaan yang berada dalam pipeline bursa masih relatif kondusif," kata Nyoman kepada wartawan, Kamis, 2 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebutkan, berdasarkan klasifikasi aset terdapat empat perusahaan yang merupakan perusahaan beraset skala kecil yakni memiliki aset di bawah Rp50 miliar.
 
Lalu, sebanyak 12 perusahaan beraset skala menengah yakni aset antara Rp50 miliar-Rp250 miliar dan 14 perusahaan beraset skala besar yaitu memiliki aset di atas Rp250 miliar.
 
Sedangkan jika diklasifikasikan berdasarkan sektor, Nyoman melanjutkan dua perusahaan berasal dari sektor basic material, tiga perusahaan dari sektor industri, satu perusahaan dari sektor transpiortasi dan logistik, enam perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, dan delapan perusahaan dari sektor consumer cyclicals.
 
Kemudian, dua perusahaan dari sektor teknologi, tiga perusahaan dari sektor energi, satu perusahaan dari sektor keuangan, dua perusahaan dari sektor properti dan real estat, dan dua perusahaan dari sektor infrastruktur.
 
Lebih lanjut, Nyoman juga menyampaikan saat ini di sistem e-IPO terdapat empat perusahaan yang sedang dalam proses penawaran (offering) dan hari ini dalam proses penjatahan (allotment), yaitu PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk, PT Wira Global Solusi Tbk, dan PT Jaya Swarasa Agung Tbk.
 
"Apabila semua berjalan lancar, maka keempat perusahaan tersebut akan dicatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 6 Desember 2021," sebutnya.
 
Di samping itu, Nyoman menambahkan pada sistem e-IPO juga masih ada empat perusahaan yang sedang proses penawaran (offering) yaitu PT RMK Energy Tbk, PT Avia Avian Tbk, PT OBM Drilchem Tbk, dan PT Indo Pureco Pratama Tbk.
 
"Sedangkan dua perusahaan lainnya yaitu PT Adhi Commuter Properti Tbk dan PT Dharma Polimetal Tbk dalam proses penawaran awal (book building)," jelasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif