Acting President Director Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian Sukoco Sinaga. foto: Medcom.
Acting President Director Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian Sukoco Sinaga. foto: Medcom.

Strategi Mitigasi Risiko MUF Andalkan Booking Mix hingga Selektif Pilih Segmen

Arif Wicaksono • 22 Juli 2026 08:30

Jakarta: Industri pembiayaan kendaraan menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perubahan kondisi ekonomi global, pergeseran tren otomotif menuju kendaraan listrik (EV), hingga meningkatnya risiko kredit akibat gejolak geopolitik. Untuk menghadapi situasi tersebut,  Mandiri Utama Finance menerapkan strategi mitigasi risiko melalui pengelolaan portofolio pembiayaan atau booking mix.

Acting President Director Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian Sukoco Sinaga, mengatakan perusahaan tidak boleh membiayai produk atau segmen yang belum benar-benar dipahami profil risikonya. Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik produk menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas pembiayaan.

Baca juga: BFI Finance Bukukan Pembiayaan Baru Rp5,5 Triliun 
 

"Saya selalu bilang kepada teman-teman di bisnis, jangan membukukan sesuatu yang kita sendiri tidak mengerti," ujarnya dalam Credit Collection Summit Asia

Ia menjelaskan, kondisi pasar dapat berubah dengan cepat dan sulit diprediksi. Mulai dari kenaikan harga bahan bakar, konflik geopolitik yang memengaruhi perekonomian, hingga perubahan preferensi konsumen terhadap kendaraan listrik dapat berdampak langsung terhadap kemampuan bayar debitur.

Karena itu, perusahaan menerapkan strategi booking mix dengan menempatkan porsi terbesar pembiayaan pada segmen yang dinilai lebih aman atau captive market. Sementara itu, eksposur terhadap segmen yang memiliki risiko lebih tinggi dibatasi agar tidak mengganggu keseluruhan kualitas portofolio.

Menurut Agus, sekitar 60 persen pembiayaan ditempatkan pada segmen yang relatif stabil, sedangkan sekitar 20-30 persen dialokasikan ke segmen yang memiliki risiko lebih tinggi.

"Dengan komposisi seperti itu, kalau sebagian portofolio berisiko mengalami masalah, perusahaan masih bisa menanggung dampaknya," kata dia.

Selain diversifikasi portofolio, MUF  juga memperkuat proses pemantauan kualitas kredit sejak dini. Agus menegaskan perusahaan tidak menunggu hingga rasio kredit bermasalah (non-performing loan atau NPL) meningkat sebelum mengambil langkah penanganan.

Ia mencontohkan, kenaikan harga bahan bakar akibat konflik geopolitik dapat meningkatkan beban pengeluaran masyarakat sehingga berpotensi memperbesar risiko gagal bayar. Dalam kondisi tersebut, perusahaan harus segera mengevaluasi portofolio dan menyesuaikan strategi bisnis.

Di sisi lain, Agus menilai pertumbuhan kendaraan listrik juga menghadirkan tantangan baru bagi perusahaan pembiayaan. Salah satunya adalah nilai baterai yang sangat besar sehingga berpotensi meningkatkan kerugian apabila kendaraan mengalami kerusakan, misalnya akibat banjir.

Perusahaan juga mewajibkan kendaraan listrik yang dibiayai memiliki perlindungan asuransi dengan perluasan risiko agar potensi kerugian dapat diminimalkan Menurut Agus, setiap perusahaan pembiayaan memiliki strategi yang berbeda dalam mengelola risiko. Namun, ia menekankan tidak ada formula yang dapat menjamin kondisi pasar akan selalu menguntungkan.

"Pada dasarnya tidak ada satu resep khusus. Yang penting adalah bagaimana kita mengelola booking mix agar perusahaan tidak terlalu terdampak oleh perubahan pasar yang tidak bisa diprediksi," ujarnya.

Ke depan, MUF juga membuka peluang mengembangkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel, termasuk mempertimbangkan aset investasi seperti saham sebagai tambahan jaminan bagi nasabah dengan profil risiko tertentu. Namun, Agus mengingatkan langkah tersebut tetap harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan pemahaman terhadap karakteristik aset yang digunakan.

Ia pun mengingatkan pelaku bisnis maupun masyarakat agar tidak mengambil risiko pada instrumen investasi yang belum dipahami, karena hal tersebut justru dapat memperbesar potensi kerugian.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan