BFI Finance. Foto: Istimewa.
BFI Finance. Foto: Istimewa.

Kuartal I 2026

BFI Finance Bukukan Pembiayaan Baru Rp5,5 Triliun

Arif Wicaksono • 30 April 2026 08:44
Ringkasnya gini..
  • Hingga Maret 2026, BFI Finance mencatatkan total aset sebesar Rp25,3 triliun. Kinerja ini didukung oleh piutang pembiayaan dikelola (managed receivables) yang mencapai Rp26,8 triliun, tumbuh 5,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).
  • Sepanjang kuartal I-2026, perusahaan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp5,5 triliun, relatif stabil dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Tangerang: Di awal tahun 2026, ketidakpastian global masih berlanjut seiring meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Teluk yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Kondisi ini turut berdampak pada dinamika ekonomi domestik dan tingkat konsumsi masyarakat, yang pada akhirnya membayangi kinerja industri jasa keuangan, termasuk sektor multifinance di Indonesia. 
 
Di tengah tantangan tersebut, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pengelolaan risiko yang disiplin menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas portofolio sekaligus memastikan ekspansi usaha yang terukur. 
 
Baca juga:  BFIN Raih Laba Bersih Rp1,167 Triliun

Hingga Maret 2026, BFI Finance mencatatkan total aset sebesar Rp25,3 triliun. Kinerja ini didukung oleh piutang pembiayaan dikelola (managed receivables) yang mencapai Rp26,8 triliun, tumbuh 5,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari jumlah tersebut, sebesar 57,8% atau setara Rp15,5 triliun disalurkan untuk pembiayaan modal kerja dari beragam skala usaha. 
 
Sepanjang kuartal I-2026, perusahaan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp5,5 triliun, relatif stabil dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Stabilnya penyaluran ini mencerminkan resiliensi bisnis Perusahaan di tengah ketidakpastian, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam menerapkan prinsip selektivitas dan disiplin risiko. 

“Dengan pengalaman BFI Finance yang telah teruji, kami optimistis dapat terus menjaga postur risiko yang sehat. Pendekatan selektif dan disiplin menjadi kunci dalam mengantisipasi volatilitas pasar serta menjaga fondasi keberlanjutan bisnis kami,” ujar Sutadi, Presiden Direktur BFI Finance. 
 
Dari sisi komposisi portofolio, pembiayaan kendaraan roda empat, baik refinancing maupun pembelian unit, masih mendominasi dengan porsi sebesar 68,1%. Sementara itu, pembiayaan berjaminan roda dua berkontribusi sebesar 8,0%, pembiayaan alat berat dan mesin 15,0%, serta pembiayaan beragun properti dan lainnya sebesar 8,9%. 
 
Kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan baik. Hingga 31 Maret 2026, rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto dan neto masing-masing tercatat sebesar 1,57% dan 0,25%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri (NPF bruto industri per Februari 2026: 2,78%). Perusahaan juga menjaga tingkat pencadangan yang memadai, tercermin dari rasio coverage terhadap NPF bruto sebesar 2,71 kali. 
 
Dari sisi kinerja keuangan, BFI Finance membukukan pendapatan sebesar Rp1,7 triliun, meningkat 3,1% yoy. Laba bersih pada periode yang sama tercatat sebesar Rp354,3 miliar. Rasio profitabilitas tetap solid dengan Return on Assets (RoA) sebesar 7,0% dan Return on Equity (RoE) sebesar 13,0%. Sementara itu, rasio gearing terjaga di level 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator. 
 
Likuiditas Perusahaan juga tetap kuat, didukung oleh pengelolaan arus kas yang efektif. Pada Januari 2026, BFI Finance telah melunasi pokok dan bunga Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2023 Seri C tepat waktu. Selain itu, lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia kembali menegaskan peringkat nasional jangka panjang BFI Finance di level ‘AA-(idn)’ dengan outlook Stabil, mencerminkan tingkat kepercayaan yang baik dari para kreditur dan investor. 
 
“Sebagai lembaga keuangan yang independen, kami akan terus mengoptimalkan diversifikasi sumber pendanaan serta memperkuat kolaborasi strategis dengan para mitra. Dengan manajemen risiko yang solid, kami optimis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Sutadi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan