Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Sepekan, Pasar Modal Fluktuatif dan Tertekan

Ekonomi IHSG Berita Menarik Ekonomi Sepekan
Annisa ayu artanti, Angga Bratadharma • 26 September 2020 10:02
Jakarta: Selama sepekan pasar modal Indonesia bergerak fluktuatif dan ditutup pada zona merah. Untuk data sepekan ini, rata-rata frekuensi harian berubah sebanyak 5,46 persen menjadi 583,566 ribu kali transaksi dibandingkan dengan pekan lalu yang tercatat sebesar 617,256 ribu kali transaksi.
 
Kemudian, data rata-rata volume sepekan turun 17,24 persen menjadi 9,503 miliar saham dari 11,482 miliar saham pada pekan sebelumnya. Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian bursa tertekan 16,90 persen menjadi Rp6,748 triliun dari Rp8,121 triliun sepekan yang lalu.
 
Selain itu, kapitalisasi pasar bursa selama sepekan turut merosot 2,15 persen menjadi Rp5.751,972 triliun dari Rp5.878,495 triliun pada pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,24 persen pada level 4.945,791 dari level 5.059,223 pada pekan yang lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp829,60 miliar, sedangkan sepanjang 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp42,175 triliun," kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan resminya, Sabtu, 25 September 2020.
 
Lebih lanjut, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan satu obligasi yaitu Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III Tahun 2020 (Obligasi Tahap III) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2020 (Sukuk Tahap III) yang diterbitkan oleh PT Pegadaian (Persero).
 
Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III Tahun 2020 dicatatkan dengan nilai nominal Rp2,4 triliun, sedangkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap III Tahun 2020 dicatatkan dengan nilai nominal Rp835 miliar. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap III adalah idAAA dan Sukuk Tahap III adalah idAAA(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
 
Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2020 adalah 81 emisi dari 53 emiten senilai Rp65,43 Triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 462 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp441,34 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 127 emiten.
 
"Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 108 seri dengan nilai nominal Rp3.329,33 triliun dan USD400 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp7,40 triliun," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif