Pada penutupan Jumat pekan lalu, IHSG menguat 0,41 persen atau 23,42 poin ke level 5.783,34. Tinggal beberapa pekan saja hingga IHSG mampu menyentuh level 6.000.
Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan IHSG berpeluang konsolidasi melanjutkan penguatan di pekan depan.
Akan tetapi, dia menilai IHSG mulai sangat berisiko mengalami aksi ambil untung mengingat kenaikan yang hampir tanpa koreksi berarti.
"IHSG akan bergerak dengan support di level 5.669 sampai 5.427 dan resistance di level 5.800 sampai 5.900," ungkapnya, dikutip dari Mediaindonesia.com, Senin, 30 November 2020.
Sementara itu, beberapa sentimen yang memengaruhi pasar baik dari luar maupun dalam negeri cukup beragam. Salah satunya ialah optimisme pasar keuangan terhadap skenario vaksin tersedia secara bertahap tahun depan dan ekonomi kembali normal.
Pfizer dan Biontech, misalnya, mengatakan uji vaksin efektif 95 persen lawan virus korona. Kemudian, perusahaan Moderna mengklaim vaksin yang dikembangkan punya kemanjuran 94,5 persen vaksin lawan covid-19.
Juga ada Astrazaneca dan Oxford asal Inggris yang merilis keberhasilan membuat vaksin dengan tingkat efektivitas 70 persen melawan covid-19 sesudah uji fase ke-3.
"Kehadiran vaksin membuat pasar saham sangat optimistis akan pemulihan ekonomi akan segera terjadi," kata Hans.
Dari dalam negeri, kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia meningkat seiring dengan perkembangan vaksin covid-19. Itu ditambah dengan pernyataan IMF yang mengakui bahwa dari kelompok G-20, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 ialah yang terbaik kedua setelah Tiongkok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News