Ilustrasi. FOTO: dok MI
Ilustrasi. FOTO: dok MI

Yailah Masih Gagal Rebound Juga, IHSG Ambruk: 345 Saham Merah Membara

Angga Bratadharma • 30 September 2022 09:31
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau ambruk dan menjauh dari level 7.000an. Kondisi ini patut diwaspadai dan dicermati oleh para investor dan tak ada salahnya bersikap melihat dan menunggu sampai pasar saham kembali kondusif.
 
IHSG Jumat, 30 September 2022, perdagangan pagi dibuka di level 7.036 dengan level tertinggi di 7.036 dan terendah di 6.984. Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 2,2 miliar lembar saham senilai Rp968 miliar. Sebanyak 95 saham menguat, sebanyak 345 saham melemah, dan sebanyak 140 saham stagnan.
 
Sementara itu, Samuel Research Team memproyeksikan IHSG bergerak melemah pada perdagangan hari ini, mengikuti tren pelemahan di bursa saham global dan regional. Para investor perlu berhati-hati meski tetap ada peluang mencari saham terdiskon yang berpotensi menguat di masa mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari dalam negeri, update kasus covid-19 di Indonesia terdapat penambahan 2.003 (meningkat 4,6 persen) kasus baru kemarin. Daily positivity rate 6,1 persen, recovery rate 97,3 persen, dan kasus aktif ada sebanyak 18.357 pada hari yang sama.
Baca: Meski Ada Krisis Global, Kadin Pede Investasi Bakal Terus Ngalir ke Tanah Air

Untuk saat ini, pelaku pasar cenderung melihat dan menunggu terhadap data inflasi Indonesia di September 2022 yang menjadi salah satu pertimbangan keputusan RDG BI di November 2022 yang diperkirakan mencapai 5,94 persen secara YoY dan 1,19 persen secara MoM.
 
"Pagi ini pasar regional dibuka melemah dengan Nikkei minus 0,69 persen dan Kospi berkurang 0,29 persen. IHSG diperkirakan melemah hari ini, seiring sentimen negatif pasar global dan regional," sebut Samuel Research Team, dalam riset hariannya.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat terpantau turun tajam pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB), karena aksi jual kembali terjadi di Wall Street. Sejauh ini para pedagang terus mengkhawatirkan terjadinya resesi akibat The Fed terus aktif menaikkan suku bunga guna memerangi inflasi.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 458,13 poin atau 1,54 persen menjadi 29.225,61. Sedangkan indeks S&P 500 turun 78,57 poin atau 2,11 persen menjadi 3.640,47 di penutupan terendah baru untuk tahun ini. Indeks Komposit Nasdaq turun 314,13 poin atau 2,84 persen menjadi 10.737,51.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup di wilayah merah, dengan sektor utilitas dan konsumen masing-masing turun 4,07 persen dan 3,38 persen, memimpin kerugian. Saham Apple jatuh 4,9 persen pada Kamis waktu setempat setelah analis Bank of America menurunkan peringkat saham menjadi netral dari beli.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif