Penguatan tersebut terjadi setelah IHSG pada perdagangan kemarin ditutup turun 0,86 persen ke posisi 6.394,12. Koreksi sebelumnya dipicu aksi ambil untung atau profit taking setelah penguatan indeks.
Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga dibuka naik 5,06 poin atau 0,81 persen ke level 632,53.
Meski pembukaan perdagangan berlangsung positif, arah IHSG selanjutnya masih dibayangi sejumlah sentimen domestik dan global. Secara teknikal, indeks juga masih bergerak di area yang rawan konsolidasi.
"Kami memproyeksikan IHSG bergerak terbatas di kisaran 6.330-6.490. Secara teknikal, terbentuk shooting star di area resistance 6.490 setelah dua kali rejection di zona 6.400-6.450, mengindikasikan potensi konsolidasi atau profit taking lanjutan," tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Namun, IHSG masih bertahan di atas MA20 dengan MACD yang tetap positif, sehingga bias jangka pendek belum berubah menjadi bearish.
| Baca juga: IHSG Hari Ini Dibuka Melemah ke 6.408, Pasar Cermati BI Rate |
BI Rate Tetap 5,75%, Pasar Cermati Foreign Flow
Dari dalam negeri, pasar telah merespons keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen.Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar sehingga dampaknya terhadap pergerakan IHSG cenderung sudah diperhitungkan investor.
Perhatian berikutnya tertuju pada keputusan FTSE yang menunda penambahan konstituen baru Indonesia hingga Desember 2026.
Penundaan tersebut menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi arus modal asing atau foreign flow ke pasar saham Indonesia.
Dari global, fokus pasar selanjutnya tertuju pada dampak FOMC Minutes terhadap yield US Treasury, dolar AS, dan appetite investor terhadap aset berisiko.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda