Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 bergerak tipis di zona hijau. LQ45 naik 0,15 poin atau 0,02 persen ke posisi 631,18.
Pelemahan IHSG terjadi setelah indeks pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat 0,75 persen ke level 6.449,83. Penguatan tersebut terutama ditopang sektor energi yang melonjak 7,10 persen.
Saham BYAN menjadi salah satu kontributor terbesar setelah naik sekitar 20 persen di tengah sentimen akuisisi. Saham BRMS dan EMAS juga ikut menopang kenaikan indeks.
| Baca juga: IHSG Hari Ini Menguat, Investor Menanti Keputusan BI dan The Fed |
Investor Cermati Hasil RDG Bank Indonesia
Dari dalam negeri, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, pasar masih mencermati hasil RDG Bank Indonesia pada 19 Agustus, dengan konsensus memperkirakan BI-Rate dipertahankan di 5,75 persen.Rilis ULN Indonesia kuartal II-2026 sebesar USD454,4 miliar serta arah kebijakan fiskal dalam RAPBN 2027 juga menjadi perhatian investor.
Sementara dari global, pasar mencermati perkembangan ekonomi China dan Jepang, ketegangan AS-Iran, serta FOMC Minutes untuk melihat arah kebijakan The Fed menjelang September.
"Kami memproyeksikan IHSG bergerak relatif terbatas dengan support 6.400–6.430 dan resistance 6.490," jelas tim riset.
Secara teknikal, IHSG membentuk gap up dan ditutup di 6.449,83, namun candle terakhir membentuk shooting star di area previous high 6.491, mengindikasikan adanya potensi profit taking di sekitar resistance.
"Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.400, struktur bullish jangka pendek masih terjaga dengan peluang menguji kembali 6.490. Namun, kegagalan bertahan di area tersebut dapat membuka ruang pullback dan konsolidasi," tulis tim riset.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda