OJK. Foto: MI.
OJK. Foto: MI.

OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 9,37% pada Februari 2026, Likuiditas Tetap Solid

Arif Wicaksono • 06 April 2026 12:24
Ringkasnya gini..
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit perbankan terus menunjukkan pertumbuhan stabil pada awal 2026. Hingga Februari, kredit tercatat meningkat 9,37% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp8.559 triliun.
  • Berdasarkan kelompok bank, kredit yang disalurkan oleh bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tumbuh paling tinggi, yakni 12,78% (yoy), menunjukkan peran dominan bank pelat merah dalam menopang pembiayaan ekonomi.
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit perbankan terus menunjukkan pertumbuhan stabil pada awal 2026. Hingga Februari, kredit tercatat meningkat 9,37% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp8.559 triliun.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dikutip dari Antara, menyebut kinerja tersebut mencerminkan aktivitas intermediasi perbankan yang tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi.
 
Baca juga:  OJK Soroti Influencer dan Korporasi dalam 32 Kasus Pasar Modal          

Jika dilihat dari peruntukannya, kredit investasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 20,72% (yoy). Sementara itu, dari sisi debitur, segmen korporasi mencatat
ekspansi paling kuat dengan kenaikan 14,74% (yoy).
 
Berdasarkan kelompok bank, kredit yang disalurkan oleh bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tumbuh paling tinggi, yakni 12,78% (yoy), menunjukkan peran dominan bank pelat merah dalam menopang pembiayaan ekonomi.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 13,18% (yoy) menjadi Rp10.102 triliun. Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan pada seluruh komponen, terutama giro yang tumbuh 18,56%, disusul deposito 13%, dan tabungan 8,12%.
 
OJK menilai kondisi likuiditas perbankan masih berada dalam level yang aman. Hal ini tercermin dari rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) sebesar 121,29% serta alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) sebesar 27,4%, yang keduanya jauh di atas ambang batas masing-masing.
 
Kondisi ini diperkuat oleh rasio likuiditas jangka pendek atau liquidity coverage ratio (LCR) yang mencapai 195,64%, menandakan kemampuan bank dalam memenuhi kebutuhan likuiditas tetap kuat.

NPL Terkendali 

Dari sisi kualitas aset, risiko kredit juga masih terkendali. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat 2,17%, sementara NPL net berada di level 0,83%. Adapun loan at risk (LaR) berada di angka 9,24%.
 
Kinerja profitabilitas perbankan juga relatif stabil, dengan return on assets (ROA) sebesar 2,37%. Sementara itu, ketahanan permodalan tetap solid dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 25,83%.
 
Lebih lanjut, hasil Survei Perbankan OJK (SBPO) pada triwulan I-2026 menunjukkan industri perbankan masih berada dalam kondisi yang sehat, dengan tingkat risiko yang terjaga dan optimisme pelaku industri yang tetap tinggi.
 
Secara keseluruhan, OJK menilai sektor perbankan Indonesia masih memiliki fondasi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meskipun tetap perlu mencermati berbagai risiko global yang berpotensi memengaruhi stabilitas ke depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan