Ilustrasi. Foto: AFP/Adek Berry.
Ilustrasi. Foto: AFP/Adek Berry.

Penyaluran Kredit Perbankan Capai Rp5.848 Triliun, Tumbuh 6,4% di Maret

Ekonomi Bank Indonesia UMKM kpr Kredit Kendaraan Kredit Perbankan
Husen Miftahudin • 22 April 2022 14:31
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyampaikan kredit yang disalurkan perbankan pada Maret 2022 terus menunjukan tren positif. Penyaluran kredit pada Maret 2022 tercatat sebesar Rp5.848,7 triliun atau tumbuh 6,4 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,1 persen (yoy).
 
"Akselerasi pertumbuhan kredit utamanya bersumber dari golongan debitur perorangan," ungkap Analisis Uang Beredar Posisi Maret 2022 dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat, 22 April 2022.
 
Kredit kepada perorangan tumbuh meningkat dari 7,6 persen (yoy) pada Februari 2022 menjadi 8,4 persen (yoy) pada bulan laporan. Sementara itu, kredit kepada korporasi sedikit melambat dari 6,0 persen pada Februari 2022 menjadi 5,8 persen (yoy) pada bulan laporan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan penyaluran kredit terjadi pada seluruh jenis penggunaan. Kredit Modal Kerja (KMK) tumbuh 7,4 persen (yoy) pada Maret 2022, sedikit meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 7,3 persen (yoy).
 
"Peningkatan terjadi pada penyaluran KMK di sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (PHR) serta sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan," terang Bank Indonesia.
 
KMK sektor PHR tumbuh sebesar 5,7 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 5,5 persen (yoy) seiring peningkatan kredit pada subsektor Perdagangan Minyak Kelapa Sawit di DKI Jakarta dan Sumatra Utara. KMK sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh sebesar 16,2 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 14,9 persen (yoy), terutama kredit yang disalurkan untuk sub sektor Perkebunan Kelapa Sawit di Riau dan Lampung.
 
Sementara itu, Kredit Investasi (KI) meningkat dari 4,9 persen (yoy) menjadi 5,0 persen (yoy), terutama di sektor PHR serta Industri Pengolahan. KI sektor PHR terakselerasi, dari 5,1 persen (yoy) menjadi 6,4 persen (yoy), terutama pada Perdagangan Eceran Makanan, Minuman, dan Tembakau di Jawa Barat dan Jawa Timur.
 
Lebih lanjut, KI sektor Industri Pengolahan tercatat tumbuh 4,9 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,4 persen (yoy), terutama pada KI lndustri Minyak Goreng dari Kelapa di Jawa Timur dan Riau. Sejalan dengan pertumbuhan kredit di sektor produktif, pertumbuhan Kredit Konsumsi (KK) juga turut terakselerasi dari 5,2 persen (yoy menjadi 6,0 persen (yoy), didorong oleh penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan Kredit Multiguna.
 
Di sisi lain, penyaluran kredit sektor Properti tumbuh 5,9 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 6,0 persen (yoy), terutama pada Kredit Konstruksi. Kredit Konstruksi berbalik arah dari tumbuh positif sebesar 1,2 persen (yoy) menjadi terkontraksi 0,1 persen (yoy), terutama pada sub sektor Konstruksi Bangunan Elektrikal dan Komunikasi di DKI Jakarta.
 
Di sisi lain, kredit KPR/KPA tumbuh meningkat, dari 10,2 persen (yoy) menjadi 10,6 persen (yoy) pada bulan laporan, terutama kredit untuk Pemilikan Rumah Tinggal Tipe di atas 70 di Banten. Demikian pula kredit Real Estate tumbuh positif 4,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,1 persen (yoy), seiring peningkatan penyaluran kredit Real Estate Gedung Perbelanjaan (Mal, Plaza) di DKI Jakarta.
 
Sementara penyaluran kredit kepada UMKM pada tumbuh 15,0 persen (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya 14,4 persen (yoy), terutama pada kredit skala mikro dan kecil. Kredit UMKM skala mikro tumbuh 94,7 persen (yoy), terakselerasi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 82,9 persen (yoy). Demikian pula kredit UMKM skala kecil yang tercatat tumbuh 27,4 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan 27,2 persen (yoy) pada Februari 2022.
 
"Di sisi lain, Kredit usaha menengah mengalami kontraksi yang lebih dalam menjadi sebesar minus 28,6 persen (yoy) pada bulan laporan. Berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan kredit UMKM didorong oleh Kredit Investasi dan Kredit Modal Kerja," tutup survei BI tersebut.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif