Ilustrasi OJK - - Foto: MI/ Ramdani
Ilustrasi OJK - - Foto: MI/ Ramdani

OJK Dorong Penerapan Governance untuk Lindungi Bisnis

Ekonomi OJK jasa keuangan
Husen Miftahudin • 29 Juli 2020 10:33
Jakarta: Anggota Dewan Komisioner sekaligus Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Hidayat melihat sektor usaha saat ini menghadapi berbagai ketidakpastian yang lebih besar dengan beragam risiko baru seperti serangan dunia maya, keamanan cloud, perubahan pesaing, perubahan iklim, krisis geopolitik, dan pandemi covid-19.
 
Oleh karena itu ia meminta pelaku jasa keuangan untuk terus meningkatkan penerapanGovernance, Risk & Compliance(GRC). Hal ini agar mereka dapat mendeteksi dan mengantisipasi jenis-jenis risiko baru yang muncul tersebut.

 
"OJK menyadari pentingnya GRC terintegrasi dalam upaya mewujudkan sektor jasa keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, kontributif dan inklusif, serta melindungi konsumen," ujar Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 29 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Permasalahan yang terjadi belakangan ini terkait denganmarket conductdan investasi yang tidak sehat di beberapa lembaga, semakin mempertegas pentingnya implementasi GRC. Sehingga, kondisi ini tepat untuk meningkatkan peranan GRC sebagai alat untuk melihat kembali bisnis proses yang sudah dijalani selama ini.
 
Hidayat juga menilai bahwa perubahan mendasar dalam tatanan kehidupan dan model bisnis di era digital menuntut organisasi terus berinovasi mengelola kegiatan bisnis dan operasional untuk mencapai tujuan melalui penerapan mekanisme tata kelola, manajemen risiko, serta kepatuhan yang terintegrasi.
 
"Penerapan GRC terintegrasi, yang didukung teknologi informasi dan kultur organisasi yang kuat merupakan prasyarat penting dalam mengawal proses pengambilan keputusan yang cepat dan akuntabel," ungkapnya.
 
Hal inilah yang mendorong para pelaku bisnis, praktisi GRC, pemerintah dan regulator, berupaya mengakselerasi maturitas implementasi GRC dalam organisasi sebagai bentuk adaptasi dan transformasi untuk mencapai kinerja terbaik dansustainable, sekaligus menciptakan iklim berbisnis yang sehat.
 
Ia mengakui, berdasarkan hasil survei Open Compliance & Ethics Group (OCEG) 2020 berjudul 'GRC Maturity Survey' menyatakan bahwa baru 14 persen responden yang telah sepenuhnya mengintegrasikan proses-proses dan teknologi GRC. Oleh karenanya, OJK menyelenggarakan webinar Integrated GRC In Digital Area: Opportunities & Challenges untuk berbagi pengalaman dan gagasan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi dalam mewujudkan implementasi GRC terintegrasi di era digital ini.
 
"OJK bersama dengan GRC Forum Indonesia, yang merupakan wadah komunikasi profesi di bidang GRC, telah menyelesaikan penyusunan Buku Panduan Mencapai Model Keunggulan GRC, untuk menjawab permasalahan klasik penerapan GRC di Indonesia," urai dia.

 
Buku Panduan ini dilengkapi dengan prinsip, kerangka kerja,maturity model, danassessment tools, sehingga diharapkan dapat mempermudah upaya untuk bersama-sama menerapkan GRC terintegrasi di masing-masing organisasi.
 
Hidayat menegaskan, OJK dan GRC Forum Indonesia berkomitmen untuk membangun sinergi dan strategi bersama dalam mengembangkan praktik terbaik GRC terintegrasi sehingga menghasilkan output riil yang dapat digunakan dan dimanfaatkan, tidak hanya bagi industri jasa keuangan, tetapi juga bagi institusi dan organisasi lainnya di Indonesia.
 
OJK secara internal terus berupaya membangun organisasi yang kredibel yang dilandasi praktik tata kelola, manajemen risiko, pengendalian kualitas, dan fungsi audit yang terintegrasi (integrated GRC), didukung dengan teknologi informasi dan sumber daya manusia yang profesional.
 
"Upaya OJK dalam mewujudkan GRC terintegrasi tersebut tidak akan berhasil tanpa keterlibatan stakeholder-nya. Dukungan stakeholders bidang GRC sangat penting dalam membangun kapabilitas organisasi, mengembangkan praktik pengelolaan organisasi secara profesional dan akuntabel untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi pengembangan GRC di Indonesia," tutup Hidayat.

 

(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif