Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto

Pendapatan dan Laba Bersih Elnusa 2020 Diramal Tak Capai Target

Suci Sedya Utami • 08 Juli 2020 20:46
Jakarta: PT Elnusa Tbk memperkirakan target pendapatan dan laba bersih dari kegiatan usaha di 2020 bakal terkoreksi akibat adanya pandemi covid-19.
 
Di awal tahun, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini menargetkan pendapatan sebesar Rp9,1 triliun. Sementara laba bersih ditargetkan sebesar Rp400 miliar. Namun, meskipun tidak akan mencapai target, Elnusa menjamin akan tetap mencatatkan keuntungan atau keuangan yang positif.
 
"Untuk revenue dan laba iya nantinya memang ada perubahan. Tapi saya meyakini laba bersih tetap positif," kata Head of Corporate Communications Elnusa Wahyu Irfan dalam konferensi pers secara virtual, Rabu, 8 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wahyu mengatakan saat ini Elnusa memang tengah dihimpit oleh tiga persoalan besar. Ia mengatakan selain pandemi, fluktuasi harga minyak serta pergerakan kurs juga memengaruhi kinerja hingga akhir tahun.
 
Dirinya menjelaskan, sebagai perusahaan yang bergerak di jasa penunjang sektor minyak dan gas (migas), fluktuasi harga minyak tentu sangat mempengaruhi. Ia mengatakan sebenarnya fluktuasi harga ini telah dirasakan sejak tiga hingga empat tahun terakhir.
 
Namun, kata Wahyu, apabila ada tekanan di bisnis hulu migas, maka akan dikover dengan bisnis di hilir yang juga dijalankan oleh Elnusa. Sehingga tekanan tersebut bisa mengurangi beban keuangan perusahaan.
 
"Tekanan-tekanan ini sudah sering kita lalui dan kita atasi dengan diversifikasi portofolio hulu yang tertekan, di sisi lain hilir seperti jasa distribusi dan logistik malah meningkat dengan baik. Jadi satu sama lain saling menopang," ujar dia.
 
Dari sisi belanja modal (capital expenditure/capex) yang awal tahun dianggarkan Rp1,4 triliun, ia bilang akan mengalami penyesuaian mengikuti perkembangan kondisi terkini. Terkait dengan ekspansi bisnis, Wahyu mengatakan di tahun ini perusahaan mencoba menyesuaikan diri dengan tiga persoalan tersebut. Namun, hingga saat ini tidak ada kontrak kerja yang dibatalkan dan tidak ada pengurangan jumlah pekerja.
 
Lebih lanjut dirinya menambahkan hingga kuartal pertama, realisasi capex sebesar Rp200 miliar. Capex yang dianggarkan ditujukan untuk mendukung investasi yang mendorong pertumbuhan seperti investasi dalam jasa logistik dan distribusi energi melalui akuisisi aset, jasa hulu migas dan lain-lain. Kemudian investasi yang kaitannya dengan perawatan (maintenance) serta investasi untuk pengembangan bisnis baru.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif