"Dalam masa covid ini, pendapatan harian ini sekitar Rp800 jutaan. pendapatan bulan April hanya sekitar Rp32 miliar," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo dalam siaran virtual di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2020.
Ia menyebut kondisi ini akan segera dilaporkan kepada pemegang saham agar Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2020 dapat direvisi. KAI berencana merombak target-target yang telah ditetapkan di 2020 seperti target pendapatan, target laba, biaya operasional, dan belanja modal (capital expenditure).
"Karena asumsi sudah berubah total sehingga ada rencana revisi RKAB. Akan kita revisi pendapataan, biaya operasional, dan laba akan direvisi. Capex juga akan direvisi," sebutnya.
Meski demikian, KAI tetap akan melakukan strategi agar kas dan likuiditas perusahaan tetap terjaga. Beberapa strategi di antaranya adalah melakukan anggaran untuk kredit modal kerja, efisiensi biaya (cost reduction), serta melakukan negosiasi ulang dalam hal pembayaran kepada vendor.
"Kita bicara dengan vendor bahwa pendapatan mengalami gangguan. Maka kami minta relaksasi, angsuran pokok perbankan juga kami minta penundaan satu tahun," ucapnya.
Selain untuk menjaga stabilitas pendapatan, perusahaan akan memaksimalkan kereta api logistik. KAI, katanya, memproyeksikan pendapatan dari sektor pengangkutan logistik sebagai sumber utama pendapatan dikala korona.
"KAI melakukan inovasi meningkatkan angkutan barang. Pertama untuk sektor UKM mengangkut telur di Blitar kediri, Kemudian komoditi sayur mayur kami mengangkut. Kami membuka rail expres ini mengakomodasi angkutan yang sifatnya UKM dalam rangka menjaga dan meningkatkan pendapatan angkutan barang," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News