Ilustrasi. Foto:MI/Palce Amalo
Ilustrasi. Foto:MI/Palce Amalo

Pengguna Dompet Digital di Indonesia Baru 3%

Husen Miftahudin • 10 Maret 2020 20:34
Jakarta: Chief Legal and Compliance Officer DANA Dina Artarini mengakui potensi bisnis dompet digital di Indonesia masih sangat besar. Maklum, pengguna dompet digital hingga saat ini baru tiga persen dari total penduduk Indonesia.
 
Kondisi tersebut membuat DANA leluasa memperluas pasar. Salah satunya dengan mengimplementasikan standardisasi scan kode QR atau Quick Response Indonesia Standard (QRIS). Sebagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), penerapan QRIS bisa meningkatkan jumlah pengguna.
 
"Pengguna apikasi dompet digital itu sangat besar. Saat ini yang menggunakan baru tiga persen sehingga ladangnya sangat luas, sehingga PJSP diminta untuk berinovasi," ujar Dina dalam Media Briefing Pekan QRIS Nasional 2020 di MBloc Space, Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Maret 2020.

Menurutnya, penerapan QRIS menjadi jembatan yang efektif dalam mengedukasi masyarakat dalam memperkenalkan konsep dompet digital secara utuh. Hal ini juga bentuk keseriusan DANA dalam mendukung laju peningkatan inklusi dan kompetensi ekonomi digital di Indonesia.
 
"Melalui penerapan QRIS, pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi digital akan mampu menyentuh lapisan dan segmen masyarakat yang makin luas," jelas Dina.
 
Selain itu, penerapan QRIS berperan signifikan dalam mengakselerasi kelancaran transaksi nontunai digital di lebih dari 100 ribu mitra bisnis DANA yang berasal dari berbagai skala usaha. Mulai dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga hingga perusahaan besar.
 
"Kami meyakini, kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran berbagai transaksi secara digital melalui QRIS akan meningkat pesat dengan adanya edukasi kepada masyarakat luas," harapnya.
 
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo mengungkapkan hingga saat ini ada sebanyak 2,7 juta pedagang (merchant) yang telah menggunakan sistem pembayaran berbasis QRIS. Sebanyak 618 ribu atau sekitar 20 persen merchant di antaranya berada di DKI Jakarta.
 
"Kita terus melakukan pendekatan kepada merchant dan menyosialisasikan bahwa menggunakan QRIS lebih banyak untungnya. Ini bisa mengurangi transaksi tunai, mengurangi pengembalian uang pecahan kecil, dan bisa mengurangi transaksi uang palsu," tutup Hamid.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan