"Performa investasi kita cukup baik. Imbal hasil Indonesia bahkan yang tertinggi di Asia Pasifik," ujar Poltak, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 28 Juni 2021.
Ia menambahkan pasar modal dalam negeri juga terus tumbuh. Meski memang terdapat tantangan cukup besar, namun hal itu menimpa hampir semua negara. Hal tersebut mengartikan pasar keuangan di Tanah Air siap mendukung aktivitas perekonomian termasuk menopang ketersediaan tempat tinggal layak huni bagi masyarakat untuk menunjang kesejahteraan.
"Yang perlu saya tekankan ialah instrumen dan mekanisme keuangan di Indonesia semuanya siap dan mendukung skema pembiayaan perumahan rakyat. Dan ini lah yang menjadi modal berharga bagi model bisnis investasi yang dijalankan oleh BP Tapera," tuturnya.
Satu hal yang perlu menjadi perhatian bersama, masih kata Poltak, ialah sektor perumahan memang sangat penting, karena menjadi komponen yang paling tinggi pengeluarannya di negara mana pun di seluruh dunia. Jika masyarakat bisa terbantu pembiayaannya pada sisi ini maka akan lebih banyak perbaikan kualitas untuk sektor lain oleh masyarakat.
"Seperti pendidikan, kesehatan, dan lain-lain," ucapnya.
Direktur Sistem Manajemen Investasi Kementerian Keuangan Ludiro menyebutkan sektor perumahan berpotensi memiliki efek ekonomi yang besar terhadap PDB, yakni sekitar 0,6-1,4 persen. Selain itu, sektor ini juga mempunyai multiplier effect pada sekitar 174 sektor ekonomi lainnya dan tentu saja terhadap penyerapan tenaga kerja.
Oleh sebab itu, tambahnya, Kementerian Keuangan memberikan dukungan penuh terhadap BP Tapera, mulai dari modal awal sebesar Rp2,5 triliun hingga berbagai intervensi fiskal yang diperlukan agar masyarakat lebih terbantu dalam mengakses program rumah murah.
"Adapun intervensi yang dimaksud antara lain ialah insentif perpajakan, Penyertaan Modal Negara (PMN), Subsidi Uang Muka (SBUM), subsidi selisih bunga, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan lain-lain," urainya.
Di sisi lain, Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera BP Tapera Gatut Subadio mengatakan pihaknya siap memberikan bantuan terkait pembiayaan di sektor perumahan. Gatut menjelaskan tujuan dari dibentuknya BP Tapera ialah untuk menghimpun dan menyediakan pendanaan yang terjangkau dan bersifat jangka panjang dan berkelanjutan.
Upaya itu, tambahnya, dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah yang layak, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Secara kelembagaan, keberadaan BP Tapera juga merupakan kelanjutan dari program serupa yang ditujukan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu Bapertarum.
"Meski demikian, peserta juga bisa berasal dari TNI/POLRI maupun swasta/umum," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News