Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Mau Berinvestasi tapi Gaji Kamu UMR? Intip 7 Tips Ini

Angga Bratadharma • 27 Agustus 2021 10:11
Jakarta: Masa gajian sudah dekat. Bahkan mungkin sebagian dari masyarakat sudah mulai mendapatkan transferan di rekening. Sayangnya, setiap kali masa gajian menjelang, masa promo di berbagai platform juga tiba. Kalau tidak mampu mengelola keuangan, promo bisa berhasil membuat seseorang kalap.
 
Padahal, selain berbelanja kebutuhan sehari-hari, investasi juga kini menjadi hal yang patut dipertimbangkan. Hanya saja, terkadang investasi seringkali dinomorduakan karena dianggap terlalu mahal dan tidak cocok untuk pekerja bergaji UMR.
 
"Sebenarnya gaji UMR dan bukan UMR bukan masalah. Investasi itu earlier you do better," kata Co-Founder Zipmex Indonesia Raymond Sutanto, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 27 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, yang penting adalah niat untuk berinvestasi sedini mungkin secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, ia membagikan tujuh tips yang bisa digunakan untuk berinvestasi dengan modal gaji UMR.


1.Tentukan Tujuan

Niat tentu tidak akan kuat kalau seseorang tidak punya tujuan. Untuk memberikan dasar yang kuat pada niat dan membuat semakin yakin dalam berinvestasi maka seseorang harus menentukan tujuan terlebih dahulu. Tujuannya bisa apa saja, tergantung apa yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, berencana membeli rumah dalam kurun waktu lima tahun mendatang, membeli motor tahun depan, atau bahkan pensiun dini. Apapun alasannya tidak masalah, yang penting tujuan tersebut masuk akal dan tidak di luar nalar serta berkaitan dengan finansial. Tetapkan pula jangka waktu yang diinginkan, sehingga tujuan lebih mudah untuk diukur.


2. Buat Perencanaan

Setelah tahu apa tujuannya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan, kini saatnya membuat perencanaan. Hitung dengan baik berapa take-home pay dan di luar dari upah lembur. Lalu, alokasikan dana tersebut sesuai dengan persentase yang sudah ditentukan. Setiap orang punya caranya masing-masing tergantung kebutuhannya. Oleh sebab itu, kebutuhan hidup boleh saja memiliki porsi terbesar. Namun, sisanya harus ada yang dialokasikan untuk investasi atau menabung.


3. Siapkan dan bukan disisihkan

Agar investasi dapat berjalan lancar, harus menyiapkan alokasi dana khusus untuk investasi. Jangan menunggu hingga gaji bulanan tersisa baru berinvestasi. Selain biasanya tidak benar-benar berhasil, justru jadi menunda apa yang sebenarnya bisa dilakukan lebih cepat. Seseorang juga harus membiasakan diri untuk disiplin. Jangan mengurangi besaran tabungan atau investasi yang semestinya disiapkan. Boleh berinvestasi dengan nominal yang lebih besar hanya apabila memang tengah memiliki uang lebih. Jangan sampai investasi justru mengganggu cash flow.

4. Belajar

Investasi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Apapun jenis asetnya, seseorang diharapkan memiliki pengetahuan mengenai aset tersebut, baik secara fundamental maupun analisis. Hal ini dibutuhkan agar bisa menentukan strategi investasi yang tepat sesuai dengan tujuan. Selain itu, dengan memiliki wawasan atau edukasi yang mumpuni, seseorang juga jadi lebih matang ketika berinvestasi. Seseorang bukan hanya mengerti keuntungan yang akan diterima, tetapi juga risiko yang ada. Investasi jadi dapat dilakukan secara bertanggung jawab. Yang tak kalah penting, jadi tidak mudah tertipu oleh scam yang mengatasnamakan investasi.


5. Cari penghasilan tambahan

Menetapkan tujuan, sudah. Memilih strategi dan model investasi yang sesuai, sudah. Belajar soal investasi dan jenis-jenis instrumennya juga sudah. Nah, kini saatnya mengandalkan gaji sebagai modal berinvestasi. Kalau menurut Anda gaji saja tidak cukup, Anda bisa melakukan pekerjaan tambahan untuk memperoleh penghasilan lebih. Misalnya dengan membuka jasa terjemahan, jasa les, menjadi freelance, atau berjualan daring Dengan cara ini, modal investasi juga jadi semakin besar, imbal hasilnya juga bisa jadi semakin menarik.


6. Hemat, hemat, dan hemat

Menahan godaan untuk tidak belanja tentu sulit. Tetapi, kalau ingin berinvestasi dengan nyaman dan aman, seseorang harus mau dan mampu berhemat. Kencangkan ikat pinggang dan jangan sampai goyah. Seseorang bisa membiasakan diri dengan membawa botol minum dan bekal pribadi ketika bepergian. Seseorang juga harus mengurangi kebiasaan untuk jajan atau membeli barang-barang yang kurang diperlukan.


7. Pilih investasi yang paling sesuai

Terakhir dan yang tak kalah penting, seseorang harus memilih instrumen investasi yang paling sesuai. Seseorang bisa memulai investasi dalam bentuk konvensional seperti tabungan, membeli reksa dana atau obligasi, membeli saham, atau yang saat ini tengah populer adalah kripto.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif