Perseroan meraih laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp121,78 miliar atau meningkat 33,2 persen di semester I-2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp60,42 miliar.
Direktur ROTI Ida Simatupang mengatakan capaian positif ini merupakan hasil dari upaya perusahaan dalam menerapkan berbagai inisiatif yang difokuskan pada profitabilitas.
Perseroan melakukan efisiensi logistik dengan mengoptimalkan sebaran pabrik baru, penerapan strategi iklan dan promosi yang terukur serta peningkatan produktivitas kerja, sehingga secara bersamaan mampu menurunkan biaya operasional di paruh pertama tahun 2021.
"Pemilihan strategi yang tepat didukung kemampuan beradaptasi merupakan kunci utama meraih penjualan di masa pandemi," katanya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 2 Agustus 2021.
Tercatat meski penjualan bersih untuk semester I-2021 turun 7,18 persen secara tahunan menjadi Rp1,55 triliun perseroan mampu menekan beberapa pos beban.
Beban pokok penjualan turun dari Rp752,19 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp704,4 miliar di semester I-2021. Lalu beban usaha juga mengalami penurunan dari Rp824,9 miliar menjadi Rp707,13 miliar di periode ini.
Lalu, biaya keuangan juga dapat ditekan dari Rp40,88 miliar pada semester I-2020 menjadi Rp25,61 miliar pada semester I-2021. Serta biaya lain-lain dari Rp9,76 miliar menjadi Rp5,67 miliar.
"Memang (penjualan bersih) masih sedikit menurun, tetapi dengan membandingkan kondisi pandemi yang baru mulai pada kuartal II tahun lalu, maka kami melihat secara keseluruhan penjualan semester I-2021 sebagai kinerja yang baik," jelasnya.
Saat ini produk Sari Roti telah mampu menjangkau 34 provinsi di seluruh Indonesia dengan mengoperasikan 14 pabrik berkapasitas total produksi lima juta potong roti per hari. Selanjutnya perseroan tengah membangun pabrik baru di Pekanbaru serta penambahan kapasitas produksi Pabrik Palembang untuk mendukung pertumbuhan penjualan hingga 2024-2025.
"Pada semester I-2021 belanja modal (capex) telah terserap sebesar Rp124 miliar yang sebagian besar dipergunakan untuk proyek Pekanbaru dan Palembang. Kami harapkan keduanya dapat segera beroperasi awal tahun depan dan mempersembahkan produk Sari Roti kepada lebih banyak lagi konsumen Indonesia," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News