"Tekanan jual ES diperkirakan belum beranjak dari bursa Indonesia Selasa ini, merujuk adanya kombinasi jatuhnya harga beberapa komoditas seperti emas minus 1,20 persen, coal minus 2,52 persen dan nikel minus 1,16 persen di tengah turunnya EIDO sebesar minus 1,65 persen, serta naiknya yield obligasi AS tenor 10 tahun sudah berada di atas 1,72 persen yang akan berdampak atas naiknya yield obligasi Indonesia dan akan kembali terdepresiasinya nilai tukar rupiah," jelas dia dalam risetnya, Selasa, 30 Maret 2021.
Sementara itu, CGS-CIMB Sekuritas Indonesia dalam risetnya mengatakan bahwa pergerakan indeks cenderung melambat dan tidak terlihat optimisme di pasar, hampir semua sektor melemah. Pada perdagangan kemarin, indeks ditutup melemah 0,46 persen ke level 6.166.
"Masih minimnya katalis positif di pasar domestik, serta kekhawatiran akan kenaikan yield dan tekanan pada sektor keuangan yang kembali berlanjut membuat investor wait and see. Kami memperkirakan IHSG akan mencoba membuat konsolidasi support serta melemah tipis hari ini dengan rentang pergerakan resistance 6.270 dan support 6.100," jelas riset tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News