"Hari ini, IHSG kami perkirakan cenderung masih melemah, dengan investor diperkirakan memilih menunggu rilis data inflasi serta laporan keuangan setahun penuh dari emiten-emiten," sebut Samuel Research Team, dalam riset hariannya, Kamis, 1 April 2021.
Selain itu, tambah Samuel Research Team, harga komoditas terutama emas dan nikel yang masih melemah diperkirakan menahan laju pergerakan saham komoditas di pasar domestik. Pada hari ini, data Inflasi Indonesia periode Maret 2021 akan dirilis. Konsensus memperkirakan tingkat inflasi akan berada di angka 0,14 persen (mom) dan 1,4 persen (yoy).
"Net sell asing masih membayangi pasar sejak awal minggu ini terutama dengan batas akhir earnings season yang makin mendekat," tegasnya.
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi didukung oleh kenaikan kuat saham teknologi, sementara pelemahan sektor energi dan keuangan membebani pasar saham.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 85,41 poin atau 0,26 persen menjadi 32.981,55. Kemudian indeks S&P 500 menguat 14,34 poin atau 0,36 persen menjadi 3.972,89. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 201,48 poin atau 1,54 persen menjadi 13.246,87.
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing turun 0,93 persen dan 0,9 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor teknologi maju 1,5 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News