Ilustrasi restrukturisasi kredit perbankan - - Foto: dok Antara
Ilustrasi restrukturisasi kredit perbankan - - Foto: dok Antara

Sepanjang 2020, Bank Mandiri Restrukturisasi Kredit Rp123,4 Triliun

Husen Miftahudin • 04 Februari 2021 13:34
Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melakukan restrukturisasi kredit hingga Rp123,4 triliun sepanjang 2020. Jumlah keringanan tersebut diberikan kepada 543.758 debitur yang terkena dampak pandemi covid-19.
 
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo mengatakan bank pelat merah mendukung program relaksasi dan restrukturisasi kepada nasabah yang terdampak pandemi covid-19.
 
"Kebijakan OJK ini membantu pelaku usaha khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam menjaga keberlangsungan usaha di tengah ketidakpastian perekonomian ke depan," ucapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR secara virtual, Kamis, 4 Februari 2021.

Jika dirinci, restrukturisasi kredit tersebut diberikan kepada 336.819 nasabah UMKM dengan nilai yang disetujui sebanyak Rp33,9 triliun. Sedangkan 206.939 lainnya merupakan nasabah non-UMKM dengan nilai restrukturisasi sebesar Rp89,6 triliun.
 
"Sebanyak 62 persen di antaranya merupakan merupakan debitur UMKM. Atas persetujuan restrukturisasi tersebut, update posisi baki debet saat ini sudah menurun menjadi Rp93,3 triliun di akhir 2020," ungkapnya.
 
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menambahkan bahwa pihaknya juga menjalankan amanat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71 Tahun 2020 terkait penjaminan kredit korporasi dan UMKM oleh lembaga penjaminan.
 
"Untuk penjaminan korporasi dan UMKM, limit penyalurannya sebesar Rp2,1 triliun dan disalurkan kepada hampir 7.000 debitur atau tepatnya 6.914 debitur," urainya.
 
Kemudian PMK 85/2020 tentang subsidi bunga terhadap kredit UMKM. Di program ini Bank Mandiri telah menyalurkan sebanyak Rp1,26 triliun kepada 723.929 juta debitur.
 
"Di sisi lain Bank Mandiri juga menjaga kinerja dengan alhamdulillah cukup baik, dan kami juga sudah mulai melakukan dukungan terhadap pemulihan dan melanjutkan pertumbuhan yang sustain," pungkas Darmawan.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(Des)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan