Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Moody's: Obligasi Star Energy USD1,11 Miliar Raih Peringkat Baa3 dan BBB-

Ekonomi obligasi barito pacific moodys
Husen Miftahudin • 02 Oktober 2020 21:35
Jakarta: Moody's Investor Service dan Fitch Ratings menyematkan rating Investment Grade yakni Baa3 dan BBB- untuk senior secured bond yang akan diterbitkan Star Energy Geothermal Darajat II Limited dan Star Energy Geothermal Salak, Ltd. Outlook kedua rating untuk obligasi berwawasan lingkungan (green bond) yang dijalankan oleh dua entitas usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tersebut berada di posisi stabil.
 
Rating investment grade ini menggambarkan kualitas dari surat utang yang dianggap baik dan minim risiko, yang dikeluarkan oleh perusahaan reliable. Green bond global senilai USD1,11 miliar tersebut rencananya akan diterbitkan dalam waktu dekat.
 
Star Energy akan menggunakan dana obligasi global untuk melunasi sejumlah utang. Sebagian dananya juga akan dialokasikan untuk belanja modal, modal kerja, dan kebutuhan lain yang terkait dengan operasional geotermal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada memandang pemberian rating dari Moody's dan Fitch merupakan berita positif bagi Star Energy. Khususnya bagi BRPT yang merupakan induk usaha Star Energy.
 
"Karena pemberian rating ini di posisi stabil, mereka melihat adanya kecukupan arus kas yang dimiliki BRPT. Jadi akan memberikan dampak yang bagus pada penerbitan obligasi dari Star Energy," jelas Reza dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 2 Oktober 2020.
 
Pelaku pasar, sebut Reza, juga akan menyambut positif penerbitan obligasi tersebut. Hal itu terlihat dari alokasi dana yang akan digunakan oleh entitas BRPT itu. "Sudah terlihat dana alokasinya mau digunakan apa saja, maka akan terlihat dampaknya ke Star Energy yang nantinya akan mempengaruhi kinerja BRPT, karena BRPT merupakan induk usaha," jelasnya.
 
Dia menegaskan, secara garis besar pemberian obligasi ini akan menunjang operasional Star Energy dalam membangun energi terbarukan di Indonesia. "Apalagi dapat eksklusif gitu obligasinya. Jadi selling point atau nilai jual bagi pelaku pasar dan teman-teman analis," ungkap Reza.
 
Saat ini Star Energy memiliki kapasitas produksi listrik sebesar 875 megawatt (MW) yang terdiri dari kapasitas sebesar 227 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu, kemudian 377 MW di Salak, dan sebesar 271 MW di Darajat.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif