Wakil Presiden Ma'ruf Amin - - Foto: MI/Adam Dwi
Wakil Presiden Ma'ruf Amin - - Foto: MI/Adam Dwi

Wapres: Jumlah Penyelenggara Fintech Meningkat Pesat, Sudah Hampir 500

Ekonomi Industri Keuangan Fintech maruf amin
Husen Miftahudin • 25 November 2020 19:56
Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengaku bangga dengan perkembangan industri financial technology (fintech) di Indonesia. Sebab dalam beberapa tahun terakhir industri ini menunjukan perkembangan pesat.
 
"Saya sangat gembira karena perkembangan (industri teknologi keuangan) sangat pesat dalam empat tahun terakhir. Penyelenggara fintech yang berbadan hukum di Indonesia (kini) mencapai hampir 500 penyelenggara dalam berbagai bentuk dan layanan," ungkap Ma'ruf dalam penutupan Indonesia Fintech Summit & Pekan Fintech Nasional 2020 yang digelar secara virtual di Jakarta, Rabu, 25 November 2020.
 
Perkembangan industri teknologi keuangan di Indonesia ini tentunya sangat signifikan. Sebab berdasarkan data yang dipaparkannya, pada 2016 hanya ada 24 penyelenggara fintech berbadan hukum yang terdaftar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Ma'ruf, perkembangan pesat industri teknologi keuangan ini juga ditandai dengan semakin bervariasinya model bisnis dan solusi teknologi keuangan. Berdasarkan catatannya, terdapat lebih dari 23 model bisnis yang tersedia.
 
Di antaranya adalah layanan pembayaran digital (digital payment), layanan pinjaman digital (digital lending), layanan pengumpulan urun dana yang salah satu bentuk populernya crowdfunding.
 
Kemudian layanan asuransi berbasis teknologi (insurance technology), layanan manajemen investasi berbasis teknologi (wealthtech), serta layanan pengumpulan informasi pasar (market provisioning).
 
"Dengan berkembangnya model bisnis dan solusi teknologi keuangan tersebut membuat masyarakat memiliki banyak pilihan dalam melakukan aktivitas ekonomi," ucapnya.
 
Ma'ruf mencontohkan pada layanan pembayaran digital di mana masyarakat dapat melakukan transaksi pembayaran tagihan seperti premi BPJS Kesehatan ataupun rekening listrik. "Melakukan transaksi apapun sekarang hanya berjarak satu sentuhan jari atau one touch away berkat kehadiran teknologi keuangan digital ini," tutur dia.
 
Sementara itu, lanjut Ma’ruf, model bisnis digital lending maupun peer to peer lending mampu menjadi alternatif bagi masyarakat dan UMKM untuk mendapatkan dana. Dua model bisnis fintech lending ini dapat menjadi solusi praktis bagi UMKM yang membutuhkan modal usaha dengan cara yang mudah dan praktis.
 
"Tanpa teknologi seperti ini kita tidak dapat membayangkan bahwa pinjaman modal dapat diperoleh hanya dengan menggunakan smartphone atau tablet," pungkas Ma'ruf.
 
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif