Presiden Direktur PT Bank UOB Indonesia, Hendra Gunawan. Foto: Medcom.id
Presiden Direktur PT Bank UOB Indonesia, Hendra Gunawan. Foto: Medcom.id

UOB Economic Outlook 2022: Optimisme Pemulihan Ekonomi Indonesia

Ekonomi Ekonomi Indonesia pandemi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional UOB Economic Outlook 2022
Lis Pratiwi • 15 September 2021 12:28
Jakarta: Presiden Direktur PT Bank UOB Indonesia, Hendra Gunawan optimistis perekonomian Indonesia bisa pulih lebih cepat di tengah pandemi covid-19. Hal ini didasari kian membaiknya permintaan domestik dan eksternal, kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, serta belanja infrastruktur berkelanjutan seiring peningkatan vaksinasi nasional.
 
"Saat ini dunia masih dihadapkan pandemi covid-19, yang jadi tantangan roda ekonomi global. UOB percaya Indonesia bisa lebih cepat pulih," ujarnya dalam pembukaan webinar bertajuk UOB Economic Outlook 2022: Empowering the Indonesian Economy for Stronger Recovery, Rabu, 15 September 2021.
 
Deputy Chairman and Chief Executive Officer UOB, Wee Ee Cheong, menambahkan, terdapat potensi sebesar USD1 triliun di Asia Tenggara. Namun, laju penerapan ini akan sangat bergantung pada situasi tiap negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, Indonesia memiliki peluang besar bertumbuh di area konektivitas digitalisasi dan keberlanjutan tersebut. Bahkan ia meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali pada proyeksi minimal lima persen pada 2022. Untuk itu kerja sama antara kementerian, asosiasi, dan rekan bisnis sangat penting untuk memanfaatkan peluang ini.
 
"Negara ini (Indonesia) punya banyak polulasi anak muda yang berwirausaha dan cakap digital dengan daya beli kuat. Konektivitas pun sangat penting bagi pembangunan ekonomi kawasan ini," terangnya.
 
Pemerintah pun berupaya menjadikan pandemi sebagai momentum transformasi ekonomi Indonesia, dan mengembangkan ekonomi berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden Joko Widodo mengajak dunia perbankan dan pelaku usaha segera bergerak, termasuk mengucurkan kredit dan menggiatkan usaha.
 
Menurut Jokowi, ekonomi Indonesia memiliki peluang tumbuh karena terbukanya pasar ekspor dan perekonomian mitra dagang yang mulai pulih.
 
"Saya mengajak dunia perbankan dan pelaku usaha untuk segera melakukan ekspansi, mengucurkan kredit, dan giatkan dunia usahanya. Kita punya peluang tumbuh lebih tinggi potensi pasar ekspor terbuka lebar, kuartal kedua mitra dagang mulai pulih. Peluang ini kita manfaatkan dorong peluang ekspor sebesar-besarnya," ujar presiden.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto juga melaporkan, pemulihan ekonomi berjalan tren positif pada triwulan kedua 2021,  yakni 7,07 persen. Capaian ini bahkan lebih tinggi dari sejumlah negara sekitar.
 
"Ekonomi Indonesia juga diproyeksikan dapat tumbuh 5,2 persen di 2022," tambah Airlangga.
 
Namun, target ini membutuhkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk kerja sama masyarakat dalam pengendalian pandemi covid-19.
 
Bank UOB Indonesia mengadakan webinar dengan tema memberdayakan ekonomi Indonesia untuk pemulihan lebih kuat, kegiatan ini berupaya memberi pandangan akselerasi pertumbuhan ekonomi untuk keberlanjutan usaha, di tengah pandemi covid-19.

 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif