Ilustrasi IPO. Foto : MI.
Ilustrasi IPO. Foto : MI.

BEI Pede Nilai Emisi IPO 2022 Lebih Besar dari Tahun Lalu

Ekonomi Saham BEI Pasar Modal ipo Pemulihan Ekonomi Nasional
Annisa ayu artanti • 21 April 2022 17:42
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis realisasi emisi IPO tahun ini akan melampaui realisasi 2020 sebesar Rp6,07 triliun dan 2021 sebesar Rp61,66 triliun.
 
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan optimisme itu seiring dengan pemulihan ekonomi saat ini. BEI optimistis prospek IPO pada tahun ini bertumbuh kondusif.
 
"Sebagaimana kita ketahui pula pemulihan ekonomi masih berlanjut di tahun 2022 ini. Beberapa indikator pasar modal seperti minat perusahaan yang akan melakukan penggalangan dana masih relatif tinggi," tutur Nyoman kepada wartawan, Kamis, 21 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, beberapa indikator pasar modal juga mengindikasikan tercapainya target IPO tahun ini, seperti Indeks Harga Saham Gabungan yang terus menunjukan pertumbuhan yakni per 20 April 2022 telah menyentuh angka 7.227,36.
 
Lalu, indikator lainnya yang mendukung adalah tren investor di pasar modal Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, stabilitas ekonomi Indonesia relatif stabil di tahun ini membuat pasar modal lebih kondusif.
 
"Kami yakin semua hal positif di atas turut memberikan optimisme tahun ini dapat lebih baik dari tahun sebelumnya," ucapnya.
 
Adapun realisasi IPO hingga 1 April 2022 tercatat sudah mencapai 14 emiten dengan total penggalangan dana sebesar Rp16,93 triliun
 
Hingga 20 April 2022 tercatat 17 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI dan dalam pipeline IPO bursa masih terdapat 35 perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di pasar modal.
 
Dari jumlah perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO tersebut sebanyak enam perusahaan beraset skala kecil, 13 perusahaan beraset skala menengah, dan 16 perusahaan aset skala besar. Berikut rincian perusahaan berdasarkan sektor usahanya yang akan melakukan IPO:
  • • 2 perusahaan dari sektor basic materials.
  • • 2 perusahaan dari sektor industrials.
  • • 3 perusahaan dari sektor transportation & logistic.
  • • 6 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals.
  • • 6 perusahaan dari sektor consumer cyclicals.
  • • 2 perusahaan dari sektor technology.
  • • 2 perusahaan dari sektor healthcare.
  • • 3 perusahaan dari sektor energy.
  • • 4 perusahaan dari sektor properties & real estate.
  • • 5 perusahaan dari sektor infrastructures.
"Kami senantiasa mendukung perusahaan-perusahaan untuk dapat menghimpun dana di pasar modal," pungkasnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif