Layanan Digital. Foto : AFP.
Layanan Digital. Foto : AFP.

Bank Sumsel Babel Fokus Dorong Layanan Digital

Ekonomi industri digital Bank Sumsel Babel
Annisa ayu artanti • 09 November 2020 20:25
Palembang: Bank Sumsel Babel fokus meningkatkan layanan digital untuk menjawab kebutuhan nasabah di era kemajuan teknologi masa kini.
 
Direktur Utama PT Bank Sumsel Babel Syamsudin mengatakan digitalisasi ini menjadi tantangan utama Bank Sumsel Babel (BSB) dalam upaya memenangkan persaingan di industri perbankan.
 
"Kita ingin bank ini menjadi bank yang dibanggakan masyarakat, apa tolak ukurnya, IT dan digitalisasi yang harus ditingkatkan," kata dia dikutip dari Antara, Senin, 9 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pria yang pernah menjabat Direktur Bank Syariah Mandiri ini mengungkapkan untuk itu dibutuhkan semangat dari perusahaan untuk terus berinovasi.
 
"Contohnya saat sekarang ini yang lagi pandemi, sangat dibutuhkan inovasi agar nasabah cukup bertransaksi dengan mobile banking saja," kata dia.
 
Ini karena pelayanan konvensional dan tradisional tidak lagi relevan dalam kondisi pandemi. Bahkan untuk ATM pun, ia menilai sebenarnya sudah tidak relevan lagi.
 
"Tapi, lantaran masih banyak nasabah yang membutuhkan maka layanan ATM tetap disediakan," kata dia.
 
Selain itu, BSB juga mendorong konsumen untuk bertransaksi secara digital dengan mulai mengimplementasikan transaksi nontunai dengan barcode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari Bank Indonesia.
 
BSB merupakan perbankan yang cukup potensial untuk meningkatkan transaksi nontunai dengan QRIS, terutama untuk segmen pengguna yang berasal dari ASN di lingkungan pemerintah daerah.
 
Bahkan, kata dia, Bank Sumsel Babel telah merancang ekosistem keuangan digital dengan menggunakan QRIS di lingkungan pemerintah daerah.
 
"ASN di lingkungan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Sumsel maupun Babel merupakan nasabah kami, jadi kami sudah dapat segmen pengguna. Nanti, makan siang di kantin kantor bisa bayar pakai QRIS," kata Syamsudin.
 
Untuk penambahan merchant, lanjut Syamsudin, perusahaan bakal menggandeng sejumlah asosiasi UMKM. Di antaranya, perusahaan akan menggandeng asosiasi pempek dan restoran Padang.
 
Menurut dia, UMKM kuliner merupakan sasaran utama dalam pengembangan transaksi QRIS di Sumsel.
 
"Karena sektor pangan ini terbukti mampu bertahan, mau resesi atau tidak resesi, masyarakat tetap butuh makan," kata Syamsudin.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif