Bank Mandiri. Foto: MI.
Bank Mandiri. Foto: MI.

Kredit Perbankan Diperkirakan Tumbuh Positif di Kuartal II-2023

Arif Wicaksono • 04 Agustus 2023 18:22
Jakarta: Lembaga Penyelidikan Ekonomi & Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) memprediksi kredit perbankan akan tetap tumbuh positif pada triwulan II-2023.
 
baca juga: Bank Danamon Semester I-2023 Raup Laba Bersih Rp1,57 Triliun

“Kinerja kredit terus membaik pada triwulan II-2023 seiring dengan tingkat pertumbuhan normalnya,” kata Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky, dilansir Antara, Jumat, 4 Agustus 2023.
 
Pada triwulan I-2023, total pertumbuhan kredit mencapai 10,36 persen year on year (yoy), lebih rendah bila dibandingkan capaian pada triwulan IV-2022 yang sebesar 11,52 persen yoy.
 
Kendati demikian, kredit konsumsi terus meningkat yakni menjadi 9,41 persen yoy pada triwulan I-2023 dari 9,12 persen pada triwulan sebelumnya. Capaian tersebut didukung oleh daya beli masyarakat yang membaik dan tingkat inflasi yang terkendali.

Sementara kelompok kredit modal kerja dan kredit investasi turun masing-masing menjadi 9,79 persen yoy dan 12,33 persen yoy pada triwulan I, dari 11,82 persen yoy dan 13,56 persen yoy pada triwulan sebelumnya.
 
Menurut Riefky, perkembangan tersebut menunjukkan sejumlah kelompok kredit secara bertahap telah kembali ke lintasan pertumbuhan normalnya di sekitar delapan persen hingga 10 persen, karena tren pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2022 dapat disebabkan oleh kontraksi yang tajam di 2021.
 
Riefky juga menyinggung data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memperlihatkan industri perbankan Indonesia masih resilien di tengah perlambatan ekonomi global dan gejolak perbankan global, khususnya negara-negara maju. Perbankan domestik menunjukkan indikator yang relatif kuat ditopang oleh likuiditas yang cukup memadai dan kualitas aset yang baik.
 
Per April 2023, rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) tetap stabil di level 2,53 persen. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) turun menjadi 6,98 persen yoy, sehingga menghasilkan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang lebih tinggi ke angka 81,09 persen. Perkembangan tersebut, sambung Riefky, mengindikasikan likuiditas berada dalam kondisi yang relatif lebih ketat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan