NEWSTICKER
Ilustrasi rupiah. ANT/Aprillio Akbar
Ilustrasi rupiah. ANT/Aprillio Akbar

BI Upayakan Nilai Tukar Rupiah Menguat

Ekonomi rupiah anjlok
Nur Azizah • 20 Maret 2020 14:47
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memastikan pihaknya tengah melakukan sejumlah cara untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Langkah-langkah itu, seperti intervensi baik di sisi spot, pembelian domestic non deliverable forward (DNDF), maupun pembelian surat berharga negara (SBN) dari pasar sekunder.
 
"Kami terus melakukan ini di tengah-tengah investor global. Memang menarik dananya dari seluruh negara, membelikan dolar termasuk dari Indonesia," kata Perry dalam telekonferensi di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.
 
Perry memastikan pihaknya terus menjaga pasar. Ini untuk memastikan fungsi mekanisme pasar melalui triple intervention, yaitu spot, DNDF, dan pembelian SBN dari pasar sekunder berjalan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sudah melakukan pembelian SBN dari pasar sekunder Rp163 triliun, ini yang dilepas oleh investor asing agar bisa memberikan stabilitas nilai tukar maupun di SBN," ujar dia.
 
BI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya menstabilkan pasar saham. Ini diharapkan bisa menumbuhkan stabilitas di pasar keuangan.
 
(Baca: Penjualan Aset Bikin Rupiah Merosot)
 
"Dalam konteks ini Presiden (Joko Widodo) memberikan arahan supaya seluruh potensi suplai di dalam negeri dimobilisasi termasuk para eksportir yang selama ini menahan dolarnya, agar juga memberikan suplai kepada pasar valas," tutur dia.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika sekitar Rp16.550 per USD, per Jumat, 20 Maret 2020.
 
"Saya minta BI fokus menjaga stabilitas nilai rupiah, menjaga inflasi agar terkendali dan mempercepat berlakunya ketentuan pergunaan rekening rupiah di dalam negeri," kata Jokowi dalam rapat terbatas terkait kebijakan moneter dan fiskal dalam menghadapi dampak covid-19 di Istana Bogor, Jumat, 20 April 2020.
 
Jokowi meminta semua pihak bersinergi. Mulai dari BI, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif