Ilustrasi Mandiri Tunas Finance - - Foto: Istimewa
Ilustrasi Mandiri Tunas Finance - - Foto: Istimewa

MTF Salurkan Pembiayaan Rp8,84 Triliun di Semester I-2020

Ekonomi mandiri tunas finance Kredit Kendaraan
Husen Miftahudin • 07 Agustus 2020 19:32
Jakarta: PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp8,84 triliun di paruh pertama tahun ini. Hal tersebut untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan kendaraan bermotor di tengah pandemi covid-19.
 
"Kami berupaya dapat membantu pemulihan perekonomian nasional dari sisi penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor di masa krisis dengan cara selektif dan hati-hati. Kami yakin masih ada beberapa sektor dan customer yang tetap memerlukan pembiayaan," kata Direktur Keuangan MTF Armendra dalam keterangan tertulis, Jumat, 7 Agustus 2020.
 
Armendra mengakui dampak pandemi covid-19 mulai terasa di kuartal II-2020 dengan penurunan signifikan yang terjadi pada pembiayaan baru di April 2020. Meski demikian, perusahaan optimistis kuartal ketiga perekonomian akan mulai pulih dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk menangani covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Relaksasi terhadap penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pembentukan Komite Penanganan Covid-19, dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengawali tren peningkatan padanew lendingMTF antara 13-25 persen dari Mei hingga Juli 2020," ungkapnya.
 
Adapun total piutang pembiayaan yang disalurkan perusahaan selama semester I-2020 sebesar Rp16,22 triliun, turun 4,74 persen sejalan dengan adanya penurunan pembiayaan. Sementara total pendapatan yang diperoleh MTF mencapai Rp1,47 triliun, turun 10,40 persen dibandingkan periode yang sama 2019 sebesar Rp1,64 triliun, sejalan dengan penurunan pembiayaan dan pelaksanaan restrukturisasi.
 
Menurut Armendra, penurunan pendapatan ini antara lain dikarenakan adanya restrukturisasi pembiayaan senilai lebih dari Rp12 triliun berupa penundaan angsuran selama enam bulan. Kendati demikian, pada periode semester I-2020, MTF mencatatkan laba operasional sebesar Rp371,78 miliar.
 
"Kita masih tetap mampu memenuhi kewajiban finansial kita kepada kreditur atau pihak terkait. Sejauh ini, risiko likuiditas perseroan dapat dikelola dengan baik karena kami memperoleh dukungan keuangan yang kuat dari Bank Mandiri melalui skema pembiayaan bersama," ungkap dia.
 
Dalam hal pengelolaan permodalan, MTF senantiasa melaksanakan sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Salah satunya adalah menjaga gearing ratio, yaitu jumlah pinjaman yang dimiliki perseroan dibandingkan modal sendiri dan utang subordinasi dikurangi penyertaan.
 
"MTF senantiasa menjaga jumlah maksimum gearing ratio lebih kecil dari ketentuan yang ditetapkan melalui analisa alternatif pembiayaan baik melalui pinjaman bank, penerbitan obligasi, ataupun optimalisasi dana joint financing. Per akhir Juni 2020, gearing ratio MTF sebesar 5,34 kali, di bawah batas ketentuan maksimal yakni sepuluh kali," papar Armendra.
 
Sementara itu, beberapa rasio keuangan MTF tetap berada dalam posisi yang baik. Antara lain rasio permodalan 22,31 persen, rasio ekuitas terhadap modal disetor 977,31 persen, dan rasio piutang pembiayaan terhadap total aset 95,34 persen.
 
"Sedangkan rasionon-performing financing(NPF) - gross MTF per akhir Juni 2020 berada pada posisi 3,71 persen," tutup Armendra.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif