Ilustrasi proyek Waskita Beton - - Foto: MI/ Erlangga
Ilustrasi proyek Waskita Beton - - Foto: MI/ Erlangga

Manajemen Baru, Waskita Beton Precast Bidik Kontrak Baru Rp7,88 Triliun

Husen Miftahudin • 23 April 2021 15:33
Jakarta: PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 sepakat untuk mengubah susunan pengurus perseroan. Pemegang saham sepakat untuk merombak jajaran Komisaris dan menambah satu Direktur baru.
 
Direktur Utama Waskita Beton Precast Moch. Cholis Prihanto menyatakan bahwa manajemen baru perusahaan berkomitmen untuk melakukan perbaikan melalui beberapa program kerja yang telah dirancang.
 
"Manajemen baru akan melakukan perbaikan dengan memastikan sustainability perusahaan dengan penekanan pada restrukturisasi dan integrasi organisasi dengan mengedepankan pengendalian, dan delegasi kewenangan (desentralisasi)," ujar Cholis dalam siaran persnya, Jumat, 23 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cholis menjelaskan, manajemen baru akan melakukan efisiensi di berbagai lini perusahaan, seperti integrasi pada lima plant yang berlokasi di Jawa Barat (Plant Karawang, Plant Subang, Plant Sadang, Plant Cibitung, dan Plant Kalijati).
 
"Melalui integrasi tersebut, diharapkan beban operasional perusahaan dapat ditekan untuk beberapa waktu mendatang dan produktivitas kinerja produksi beton pracetak dapat lebih meningkat," ungkapnya.
 
Pembenahan juga dilakukan pada sistem. Pada awal 2021, perusahaan telah mengimplementasikan SAP S/4 yang menjadi momen perubahan bagi sistem dan sumber daya manusia yaitu mengubah budaya kerja menjadi lebih terencana, terstruktur, cepat, dan efektif.
 
"Selain itu mempermudah pengambilan keputusan, bekerja sistematis, serta menghasilkan data yang real time," papar dia.
 
Adapun fokus utama yang menjadi strategi perusahaan untuk melakukan perbaikan di antaranya, pertama, penyempurnaan struktur organisasi melalui desentralisasi dan penerapan sistem SAP untuk menghasilkan data akurat serta realtime untuk menunjang pengambilan keputusan strategis Manajemen.
 
Kedua, melakukan optimalisasi aset yang tidak produktif untuk dapat dikerjasamakan dengan pihak eksternal. Ketiga, memastikan pemenuhan kecukupan modal kerja dan arus kas melalui restrukturisasi fasilitas perbankan, akselerasi penagihan piutang, serta pengendalian biaya yang lebih ketat.
 
Keempat, melakukan efisiensi produksi dan manajemen supply chain melalui integrasi plant di wilayah Jawa Barat yang telah dilakukan perusahaan sejak akhir 2020. Melalui integrasi tersebut beban operasional perusahaan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

 
Kelima, melakukan sinergi pasar melalui JO/JV dengan mitra bisnis/investor potensial, sebelumnya perusahaan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Jepang untuk ke depannya melakukan kerja sama melalui JO/JV.
 
Keenam, pembenahan pada SDM melalui rasionalisasi pegawai sesuai dengan jumlah utilitas produksi. Hal ini tentunya sejalan dengan strategi efisiensi yang dilakukan perusahaan.
 
Selain strategi perbaikan, perusahaan juga memiliki strategi bisnis untuk 2021, di antaranya menggarap pasar eksternal dengan menjual keunggulan sumber daya yang dimiliki perusahaan, menjual produk baru yang telah dikembangkan, serta berkolaborasi.
 
"Melalui strategi itu, perusahaan optimis dapat mencapai target yang telah ditetapkan yaitu nilai kontrak baru sebesar Rp7,88 triliun dan pendapatan usaha sebesar Rp5,33 triliun," tutup Cholis.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif