BI rilis ketentuan pelaksanaan lelang SUN/SBSN di asar perdana. Foto: MI/Panca Syurkani
BI rilis ketentuan pelaksanaan lelang SUN/SBSN di asar perdana. Foto: MI/Panca Syurkani

BI Rilis Ketentuan Pelaksanaan Lelang SUN/SBSN di Pasar Perdana

Ekonomi bank indonesia surat utang
Husen Miftahudin • 22 April 2020 12:32
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menerbitkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 22/5/PADG/2020 tentang Lelang Surat Utang Negara (SUN) dan/atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Pasar Perdana untuk Menjaga Kesinambungan Pengelolalaan Keuangan Negara (PADG Lelang SUN/SBSN di Pasar Perdana).
 
Ketentuan ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19. Ketentuan pelaksanaan lelang SUN/SBSN di pasar perdana (primer) itu mulai berlaku pada 20 April 2020.
 
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan PADG Lelang SUN/SBSN di Pasar Perdana merupakan tindak lanjut dari Perppu 1/2020 yang memberikan kewenangan bagi Bank Indonesia untuk membeli SUN dan/atau SBSN berjangka panjang di pasar perdana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal itu diperlukan sebagai sumber pendanaan bagi pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional termasuk menjaga kesinambungan pengelolaan keuangan negara termasuk SUN dan/atau SBSN yang diterbitkan dalam rangka pandemi covid-19," ungkap Onny dalam keterangan resminya yang dinukil melalui laman resmi BI, Rabu, 22 April 2020.
 
Onny menegaskan pembelian SUN dan/atau SBSN di pasar perdana berdasarkan prinsip bank sentral sebagai last resort ketika kapasitas pasar tidak mampu menyerap dan menyebabkan kenaikan yield (tingkat pengembalian investasi) yang terlalu tinggi.
 
Adapun materi pengaturan PADG Lelang SUN/SBSN di Pasar Perdana mencakup:
 
1. Bank Indonesia menyelenggarakan lelang SUN dan/atau SBSN dan lelang SUN dan/atau SBSN tambahan untuk SUN dan/atau SBSN berjangka panjang di pasar perdana sebagai tindak lanjut pelaksanaan Perppu Nomor 1 Tahun 2020.
 
2. Ketentuan mengenai pengajuan penawaran dan peserta lelang SUN dan/atau SBSN dan lelang SUN dan/atau SBSN tambahan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku mengenai lelang SUN dan/atau SBSN di pasar perdana domestik.
 
3. Bank Indonesia dapat mengajukan penawaran pembelian SUN dan/atau SBSN berjangka panjang dalam lelang SUN dan/atau SBSN dan lelang SUN dan/atau SBSN tambahan dengan cara: a. dilakukan secara langsung tanpa melalui dealer utama dan/atau dealer utama SBSN; b. penawaran pembelian secara non-kompetitif (non-competitive bid).
 
4. Pelaksanaan lelang SUN dan/atau SBSN dan lelang SUN dan/atau SBSN tambahan mengacu pada ketentuan Bank Indonesia yang berlaku mengenai lelang surat berharga negara di pasar perdana, sepanjang tidak bertentangan dengan PADG ini.
 
"Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan otoritas terkait senantiasa memantau perkembangan pandemi covid-19 guna menempuh langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk memitigasi dan mengurangi dampaknya terhadap perekonomian nasional," urai Onny.
 
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengaku aturan pelaksana pembelian SUN dan SBSN di pasar perdana disusun berdasarkan kesepakatan bersama dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Kesepakatan itu mengedepankan prinsip kehati-hatian serta tata kelola yang baik, termasuk jumlah yang dibutuhkan untuk membeli SUN/SBSN yang diterbitkan pemerintah tersebut.
 
Dalam pembelian instrumen investasi tersebut, bank sentral akan tetap memperhitungkan dampaknya terhadap inflasi. Karena, jumlah uang yang beredar di dalam negeri akan melebihi pertumbuhan ekonomi domestik.
 
"Kami akan tetap harus memperhitungkan dampaknya terhadap inflasi. Tentu saja ini kami perkirakan dan secara terukur," tutur Perry dalam rapat kerja virtual dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu, 8 April 2020.
 
Oleh karena itu sesuai kesepakatan Perry dan Sri Mulyani, pemerintah akan memaksimalkan terlebih dahulu sumber-sumber yang ada. "Dari dana yang ada, berbagai lembaga multinasional, global bonds, sehingga kebutuhan dari penerbitan SUN/SBSN itu bisa mencukupi dari pasar," pungkas Perry.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif