Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

Adira Finance Perkirakan Tekanan Covid-19 Terjadi di Kuartal II

Ekonomi Virus Korona adira dinamika multifinance
Angga Bratadharma • 16 Mei 2020 11:04
Jakarta: PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance mengakui pandemi covid-19 telah memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi dan ujungnya kepada laju bisnis perusahaan pembiayaan Tanah Air. Meski penyebaran virus mematikan itu masih terus terjadi, namun Adira Finance belum mau terlalu cepat melakukan revisi target bisnis di 2020.
 
"Belum ada perubahan target (bisnis di Adira Finance akibat covid-19 untuk sekarang ini). Nanti akan kita lihat di semester I selesai bagaimana proyeksi ke depan. Bagaimana permintaan dan penjualan," kata Direktur Penjualan, Pelayanan, dan Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan Bonggowarsito, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Niko mengaku Adira Finance belum bisa memberikan rincian perubahan mengenai kinerja bisnis karena tergantung bagaimana penyebaran pandemi covid-19. Apabila pandemi virus bernama lain korona itu sudah bisa dikendalikan dengan baik oleh pemerintah maka pada titik itu baru bisa terlihat bagaimana aktivitas bisnis penyaluran pembiayaan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sampai hari ini belum bisa sebut pasti karena tergantung penyebaran pandemi covid-19. Kapan covid-19 itu bisa di-handle, bisa dikontrol, disitulah kita baru bisa bicara karena saat itu pemerintah melonggarkan PSBB, ekonomi bergerak lagi, sehingga kita bisa memprediksi kapan penjualan itu naik," tukasnya.
 
Lebih lanjut, Niko mengatakan, sejauh ini dampak pandemi covid-19 belum signifikan memengaruhi kinerja bisnis Adira Finance. Hal itu lantaran pemberlakukan PSBB baru dilakukan pada awal April 2020. Adapun pengaruhnya nanti akan terlihat pada kuartal II dan kuartal-kuartal berikutnya, tergantung dari bagaimana penyebaran covid-19.
 
"(Kinerja pembiayaan) Adira Finance turun sedikit. Tapi dampak covid-19 tidak terlalu terasa di tiga bulan pertama 2020. Karena berlakunya PSBB itu baru terjadi di akhir Maret. Dampak pembiayaan Adira Finance terhadap covid-19 akan terasa di kuartal kedua yakni mulai April," tuturnya.
 
Menurut Niko efek pandemi covid-19 akan sangat berdampak terhadap kinerja perusahaan pembiayaan. Pasalnya, covid-19 membuat pemerintah memberlakukan PSBB yang akhirnya memicu dealer menutup aktivitas bisnisnya atau tidak bisa berjualan secara normal seperti waktu-waktu sebelumnya.
 
"Situasi ini membuat konsumen atau calon konsumen tidak bisa kerja karena tokok ditutup dan karyawan di PHK. Membuat permintaan pembiayaan turun signifikan sehingga dampak covid-19 akan terasa sekali di April kemarin sampai seterusnya. Di April saja pembiayaan kami turun hampir 80 persen dibandingkan dengan Maret karena demand turun," ucapnya.
 
Pada situasi dan kondisi seperti sekarang ini, Niko mengaku, Adira Finance lebih mengutamakan program restrukturisasi yang dimintakan oleh pemerintah. Dalam konteks ini, Niko menegaskan, pihaknya ikut membantu konsumen di tengah ketidakpastian akibat pademi covid-19 di Tanah Air,
 
"Kita berhati-hati melihatnya dan lebih mengutamakan program restrukturisasi yang diberikan pemerintah. Karena kita mengerti dengan PSBB dan social distancing bahwa ekonomi pasti melambat signifikan dan konsumen perlu dibantu dengan restrukturisasi," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif