Ilustrasi. Foto: dok PT KAI.
Ilustrasi. Foto: dok PT KAI.

Capai Rp4,6 Triliun, Penawaran Obligasi dan Sukuk KAI Oversubscribed hingga 2,3 Kali

Annisa ayu artanti • 12 Agustus 2022 10:15
Jakarta: Penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi dan Sukuk Ijarah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Tahap I 2022 diminati investor hingga mendapatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 2,3 kali. KAI mencatat jumlah permintaan dari investor mencapai Rp4,6 triliun.
 
VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, KAI telah melakukan penawaran umum pada Selasa, 2 Agustus 2022 untuk Obligasi Berkelanjutan I KAI Tahap I/2022 senilai Rp1,5 triliun. Lalu Sukuk Ijarah Kereta Api Indonesia Tahap I/2022 senilai Rp500 miliar.
 
Obligasi dan Sukuk KAI terbagi menjadi dua seri, yakni seri A berjangka waktu lima tahun dengan kupon 7,1 persen dan seri B jangka waktu tujuh tahun dengan kupon sebesar delapan persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Respons investor terhadap penawaran yang KAI lakukan sangat menggembirakan. Hal tersebut menunjukkan tetap tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja KAI yang terus berinovasi untuk bangkit lebih cepat dan lebih baik di masa pandemi covid-19 dan di masa yang akan datang.
 
Baca juga: Ekonomi Pulih, KAI Angkut 26,7 Juta Ton Barang di Semester I-2022

"KAI mengapresiasi minat para investor yang secara tidak langsung turut mendukung pertumbuhan berkelanjutan sehingga kereta api dapat menjadi tulang punggung transportasi massal yang dapat diandalkan baik untuk angkutan penumpang maupun barang bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Joni melalui keterangan tertulis, Jumat, 12 Agustus 2022.
 
Pada semester I-2022, KAI meningkatkan kinerja perusahaan sehingga dapat membalik kerugian menjadi keuntungan. Pada semester I-2022 KAI mencatat laba bersih sebesar Rp740 miliar, atau tumbuh 254 persen dibanding semester I-2021 yaitu rugi bersih Rp480 miliar.
 
Dana obligasi ini akan digunakan untuk refinancing obligasi I tahun 2017 seri A, pengembangan angkutan batu bara Sumatra bagian selatan, dan pengadaan sarana KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS).
 
KAI melakukan diversifikasi pendanaan baik melalui lembaga keuangan bank maupun non-bank. Dana Obligasi dan Sukuk ini akan KAI juga digunakan sebaik mungkin dalam rangka peningkatan angkutan kereta api, terutama angkutan barang serta angkutan penumpang.
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif