Mengutip data pasar valuta asing pada pukul 09.17 WIB, Selasa, 27 Oktober 2026, mata uang paman sam naik 38,2 poin atau 0,21% ke level Rp18.133,7 per dolar AS.
Indeks dolar AS (DXY) turut menguat 0,08% atau 0,083 poin ke level 101,883 pada waktu yang sama. Indeks ini mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam pergerakan nilai tukar rupiah. Meski demikian, arah pergerakan rupiah juga dipengaruhi sentimen pasar global dan kondisi ekonomi domestik.
Rupiah Melemah terhadap Won Korea
Di pasar regional, rupiah bergerak bervariasi terhadap mata uang negara lain. Rupiah melemah terhadap sejumlah mata uang, termasuk won Korea Selatan dan baht Thailand.Mata uang Won Korea naik 0,20% ke level 13,7120. Posisi tersebut tercatat sebagai level tertinggi dalam 52 minggu terakhir berdasarkan data yang tersedia.
Sementara itu, Bath Thailand menguat tipis 0,03% ke level 537,564. Adapun mata uang euro relatif stagnan di posisi 20.333,0.
Di sisi lain, rupiah menguat terhadap sejumlah mata uang regional Asia. Ringgit Malaysia turun 0,04% ke level 4.438,00, sedangkan Dollar Singapura terkoreksi 0,05% menjadi 14.160,28.
Mata uang Yuan Tiongkok juga turun 0,06% ke posisi 2.719,18. Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah menguat terhadap ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan yuan China pada waktu pengamatan.
Harga Emas Dunia Turun Tipis
Sementara itu, harga emas dunia bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada perdagangan pagi ini.Berdasarkan data pada pukul 09.18 WIB, harga emas di pasar spot acuan XAU/USD berada di level USD4.016,41 per troy ons. Harga emas turun 0,79 poin atau sekitar 0,02%.
Pergerakan dolar AS menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar dalam menentukan arah harga emas. Penguatan dolar berpotensi menekan harga emas yang diperdagangkan dalam denominasi mata uang tersebut.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan kebijakan suku bunga global dan dinamika pasar komoditas yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang maupun harga emas. Meski demikian, arah pergerakan rupiah dan emas selanjutnya masih bergantung pada perkembangan sentimen global serta faktor ekonomi domestik.