Rupiah. Foto: MI.
Rupiah. Foto: MI.

Rupiah Melemah terhadap Mayoritas Mata Uang, Dolar AS Tembus Rp18.099

Arif Wicaksono • 26 Oktober 2026 09:43
Ringkasnya gini..
  • Nilai tukar rupiah melemah terhadap mayoritas mata uang utama dan regional. Tekanan paling besar terjadi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang naik 74,3 poin atau 0,41 persen ke level 18.099,9.
  • Pelemahan rupiah juga terjadi terhadap sejumlah mata uang Asia. Won Korea Selatan menguat 0,29 persen ke level 13.705,1 per rupiah.
Jakarta: Nilai tukar rupiah melemah terhadap mayoritas mata uang utama dan regional pada perdagangan pagi Senin 26 Oktober 2026.

Dalam data perdagangan Investing pagi ini tekanan paling besar terjadi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang naik 74,3 poin atau 0,41 persen ke level Rp18.099,9.
 
Pelemahan rupiah juga terjadi terhadap sejumlah mata uang Asia. Won Korea Selatan menguat 0,29 persen ke level Rp13.705,1 dan mencapai posisi tertinggi dalam 52 minggu terakhir.

Dolar Singapura turut menguat 0,09 persen ke level Rp14.164,21. Posisi tersebut juga menjadi yang tertinggi dalam 52 minggu terakhir.

Sementara itu, yuan China naik 0,08 persen ke level Rp2.714,08 dan mencatatkan level tertinggi dalam periode 52 minggu. Penguatan sejumlah mata uang tersebut menunjukkan tekanan rupiah tidak hanya terjadi terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap beberapa mata uang regional.

Yen Jepang menguat 0,12 persen ke level Rp115,46. Ringgit Malaysia turut naik 0,09 persen ke level Rp4.431,50. Adapun baht Thailand bergerak relatif terbatas dengan kenaikan 0,01 persen ke level Rp535,596. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap euro terpantau stagnan di level Rp20.266,0. 

Sementara itu, harga emas yang tercermin dalam pasangan XAU/USD tercatat turun 2,09 persen ke level USD3.993. Indeks dolar AS juga melemah 0,188 persen ke level 101,453.

Pergerakan tersebut memperlihatkan rupiah mengalami tekanan terhadap mayoritas mata uang yang dipantau, meskipun indeks dolar AS justru bergerak melemah. Kondisi ini menunjukkan pergerakan rupiah tidak selalu sejalan dengan arah indeks dolar AS dan perlu dilihat berdasarkan dinamika masing-masing pasangan mata uang.

Sejumlah mata uang Asia, seperti won Korea Selatan, dolar Singapura, dan yuan China, bahkan mencapai level tertinggi dalam 52 minggu terhadap rupiah. Hal ini mengindikasikan penguatan mata uang tersebut terhadap rupiah selama periode pengamatan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan