Rupiah. Foto: MI.
Rupiah. Foto: MI.

Indeks Dollar AS Naik, Rupiah Tembus Rp18.064/USD

Arif Wicaksono • 23 Oktober 2026 09:45
Ringkasnya gini..
  • Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.
  • Dikutip dari Investing mata uang Garuda terpantau berada di level Rp18.064,8 per dolar AS, melemah 44,2 poin atau setara 0,25 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Jakarta: Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.

Dikutip dari Investing mata uang Garuda terpantau berada di level Rp18.064,8 per dolar AS, melemah 44,2 poin atau setara 0,25 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Penguatan dolar AS tersebut sejalan dengan pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) yang naik 0,06 persen ke level 101,503. Kenaikan indeks ini menunjukkan dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
 
Tekanan terhadap rupiah juga terlihat dari pergerakannya terhadap sejumlah mata uang global dan regional. Salah satunya adalah won Korea Selatan yang menguat terhadap rupiah sebesar 0,18 persen ke level Rp13,6637. Posisi tersebut tercatat sebagai level tertinggi dalam 52 minggu terakhir.

Sementara itu, euro terpantau bergerak stagnan terhadap rupiah. Nilai tukar euro berada di level Rp20.257,0, tanpa perubahan persentase dibandingkan posisi sebelumnya.

Meski tertekan oleh dolar AS dan won Korea Selatan, mata uang rupiah masih menunjukkan penguatan terhadap sejumlah mata uang Asia lainnya. Kondisi tersebut terlihat dari pergerakan dolar Singapura, yuan China, baht Thailand, dan yen Jepang terhadap rupiah.

Mata uang Dolar Singapura tercatat melemah 0,09 persen ke level Rp14.140,70. Yuan China juga melemah 0,05 persen ke posisi Rp2.707,10.

Adapun mata uang baht Thailand turun 0,08 persen ke level Rp535,379. Sementara itu, yen Jepang melemah 0,15 persen ke posisi Rp115,14 terhadap rupiah.

Pergerakan tersebut menunjukkan rupiah menghadapi tekanan yang tidak merata terhadap mata uang asing. Dolar AS dan won Korea Selatan menguat terhadap rupiah, sedangkan beberapa mata uang regional lainnya justru melemah.

Penguatan dolar AS menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicermati pelaku pasar valuta asing. Kenaikan Indeks Dolar AS (DXY) dapat mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap mata uang tersebut di pasar global, meskipun faktor lain juga memengaruhi pergerakan nilai tukar.

Arah pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh perkembangan sentimen pasar global, ekspektasi kebijakan suku bunga, serta dinamika permintaan dan penawaran valuta asing. Pergerakan dolar AS dan respons investor terhadap perkembangan ekonomi global juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan