Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026. Setelah sempat menguat pada awal sesi, indeks saham Indonesia berbalik turun dan mendekati level psikologis 6.000 yang menjadi perhatian investor.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.10 WIB, IHSG terkoreksi 14,793 poin atau 0,25 persen ke level 6.016,491. Padahal, indeks sempat dibuka di posisi 6.039,009.
Tekanan di pasar saham juga terlihat dari pergerakan saham emiten. Sebanyak 351 saham melemah, sedangkan 193 saham menguat dan 174 saham bergerak stagnan.
Seperti diketahui, IHSG ditutup turun 1,88 persen ke 6.031,28 pada Kamis, 8 Oktober 2026, setelah sempat menguat ke 6.179,09 sebelum berbalik melemah hingga akhir sesi.
Tekanan jual meningkat di tengah FOMC Minutes yang masih hawkish, dengan mayoritas anggota The Fed membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.
Sementara itu, IKK September turun tipis ke 118,1 dari 118,5, meski masih berada di zona optimistis, dengan IEK justru naik ke 128,7.
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menejelaskan, fokus pasar akan tertuju pada Retail Sales Indonesia Agustus, yang diproyeksikan tumbuh 1,3 persen YoY, lebih tinggi dari 1,1 persen YoY pada Juli.
"Data tersebut akan menjadi indikator penting untuk melihat keberlanjutan pemulihan konsumsi domestik," kata tim riset.
Dari eksternal, investor tetap mencermati UST yield, nilai tukar rupiah dan harga minyak di tengah bias hawkish The Fed.
Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level psikologis 6.000 dengan 6.019 sebagai support terdekat.
"Fokus utama adalah mempertahankan area 6.000–6.019; apabila support tersebut berhasil bertahan, tekanan jual berpotensi mereda, namun break 6.000 akan meningkatkan risiko bearish dengan downside berikutnya menuju 5.854," tuturnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan