IHSG naik 17,49 poin atau 0,28 persen ke level 6.210,42 pada awal perdagangan. Penguatan juga terlihat pada kelompok 45 saham unggulan, dengan indeks LQ45 naik 1,97 poin atau 0,32 persen ke posisi 610,13.
Kenaikan ini melanjutkan tren positif IHSG yang sudah berlangsung selama tiga hari perdagangan berturut-turut.
Seperti diketahui, pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026 IHSG ditutup naik 1,21 persen ke level 6.192,93. Sebanyak 489 saham menguat, sementara 183 saham melemah dan 120 saham stagnan.
Seluruh sektor saham juga ditutup di zona hijau, dengan transportasi, teknologi, dan energi menjadi tiga sektor dengan kenaikan terbesar.
Namun, investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp597miliar, sehingga rebound masih perlu dikonfirmasi oleh perbaikan foreign flow.
Fokus Investor Hari Ini
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, fokus sentimen hari ini akan tertuju pada rilis FOMC Minutes dari rapat 15–16 September, terutama untuk melihat pandangan anggota The Fed terhadap arah suku bunga setelah FFR dinaikkan ke 3,75-4,00 persen.Data tenaga kerja AS yang lebih lemah sebelumnya telah meningkatkan ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif, tetap yield UST 10Y masih berada sekitar 5,3 persen, sehingga ruang penguatan aset emerging market masih menghadapi risiko dari biaya dana global yang tinggi.
Secara teknikal, rebound IHSG semakin terkonfirmasi setelah berhasil bertahan di atas support 6.017 dan menembus resistance 6.140.
"Momentum masih perlu dijaga karena MACD belum sepenuhnya berbalik bullish. Jika mampu mempertahankan 6.140, IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound menuju 6.240. Sebaliknya, pelemahan kembali di bawah 6.140 berpotensi membawa indeks masuk fase konsolidasi," kata tim riset.