Ilustrasi. Foto: MI
Ilustrasi. Foto: MI

IHSG Hari Ini Dibuka Naik, The Fed Jadi Perhatian Pasar

Annisa ayu artanti • 17 September 2026 09:44
Ringkasnya gini..
  • IHSG menguat 0,68 persen ke 6.480,748 pada awal perdagangan Kamis, 17 September 2026.
  • Penguatan IHSG terjadi setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 3,75-4 persen.
  • Investor masih mencermati rupiah, yield US Treasury, harga minyak, dan arus dana asing.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menghijau pada perdagangan Kamis pagi, 17 September 2026. Hingga pukul 09.08 WIB, IHSG menguat 0,68 persen ke level 6.480,748 setelah dibuka di posisi 6.455,031.

Penguatan IHSG terjadi setelah investor merespons keputusan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke rentang 3,75-4,00 persen.

362 Saham Menguat

Mengacu data RTI hingga pukul 09.08 WIB, IHSG naik 43,895 poin atau 0,68 persen menjadi 6.480,748. Pergerakan positif terlihat dari mayoritas saham yang diperdagangkan pada awal sesi. Sebanyak 362 saham menguat, sedangkan 140 saham melemah dan 199 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp1,071 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 2,616 miliar saham. Penguatan pagi ini menjadi perhatian setelah IHSG pada perdagangan Rabu, 16 September 2026, ditutup melemah 0,38 persen ke level 6.436,85.

Pelemahan terjadi di tengah tekanan sektor utilities (-1,84 persen) dan teknologi (-1,36 persen), sementara kenaikan UST 10Y hingga 5,04 persen dan harga minyak di atas USD100 per barel meningkatkan tekanan terhadap aset emerging market. Investor asing juga masih mencatatkan net sell di pasar reguler.
 
Sentimen berikutnya akan beralih dari keputusan suku bunga ke guidance The Fed. The Fed telah menaikkan Fed Funds Rate 25 bps ke 3,75–4 persen secara unanimous, sesuai ekspektasi pasar. 

Namun, proyeksi pejabat The Fed masih menunjukkan potensi pengetatan lanjutan, sementara Ketua Fed menegaskan inflasi masih terlalu tinggi dan belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti. Dengan UST 10Y di sekitar 5 persen, DXY mendekati 100, serta harga minyak yang masih tinggi, perhatian pasar domestik selanjutnya akan tertuju pada dampaknya terhadap rupiah, foreign flow, dan ruang kebijakan BI, sekaligus implementasi kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Secara teknikal, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, IHSG masih berada dalam tekanan setelah breakdown MA20 di 6.548 dan rising wedge, dengan MACD bearish crossover yang mengindikasikan momentum negatif masih dominan. 
"Selama belum kembali di atas 6.585, IHSG berpotensi melanjutkan pengujian support 6.390, dengan 6.220 sebagai support berikutnya. Sebaliknya, reclaim 6.585 dapat membuka ruang technical rebound menuju 6.705," sebut tim riset.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan