Sejumlah indeks saham unggulan turut bergerak di zona merah. Indeks JII tercatat di level 471, sementara LQ45 berada di posisi 705.
| Baca juga: IHSG Melemah Pagi Ini, Pasar Menanti Pidato Trump soal Konflik AS-Iran |
Tekanan terhadap IHSG juga datang dari saham-saham berkapitalisasi besar seperti BREN, MDKA, MAPI, AMRT, ANTM, dan BRPT yang menjadi pemberat utama di awal perdagangan.
Dari dalam negeri, tekanan terhadap pasar saham masih cukup kuat. Dalam sepekan hingga 2 April 2026, IHSG telah terkoreksi 0,99%, sekaligus menandai pelemahan selama enam pekan berturut-turut. Aksi jual investor asing juga terus berlanjut dengan nilai outflow mencapai Rp2,94 triliun di seluruh pasar.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut menjadi perhatian. Kurs rupiah berdasarkan JISDOR menembus Rp17.015 per dolar AS pada 2 April 2026, yang merupakan level terendah sepanjang sejarah. Kondisi ini memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan domestik.
Sentimen global juga ikut membayangi. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong aliran dana keluar (capital outflow) sekaligus meningkatkan risiko pelebaran defisit APBN. Di sisi lain, otoritas pasar seperti OJK, BEI, dan KSEI telah merampungkan sejumlah agenda transparansi pasar modal sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya tarik Indonesia di mata penyedia indeks global seperti MSCI.
Beberapa kebijakan tersebut meliputi pembukaan data kepemilikan saham di atas 1%, penerapan High Shareholding Concentration (HSC), klasifikasi 39 tipe investor, serta peningkatan batas minimum free float menjadi 15% yang mulai berlaku sejak 31 Maret 2026.
Ajaib Sekuritas memperkirakan untuk perdagangan hari ini, indeks diperkirakan bergerak variatif di kisaran 7.000 hingga 7.100.
Tekanan Global
Dari eksternal, pergerakan bursa global cenderung beragam. Indeks S&P 500 ditutup menguat tipis 0,11%, sementara Nasdaq terkoreksi 0,18% pada akhir pekan lalu.Presiden Donald Trump juga memperingatkan tenggat negosiasi dengan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz, yang dapat berdampak pada stabilitas pasokan energi global.
Harga minyak mentah Brent pun melanjutkan kenaikan, naik 1,92% ke level USD111 per barel pada pagi ini. Kenaikan harga energi ini turut meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
Sementara itu, data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang masih solid. Non-Farm Payroll periode Maret 2026 tercatat naik 178 ribu, membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang turun 133 ribu. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa inflasi masih berada di atas target bank sentral AS.
Di kawasan Asia, pergerakan pasar cenderung menguat terbatas. Indeks KOSPI naik 1,08% dan Nikkei 225 menguat 0,51% pada perdagangan pagi ini.
Meski demikian, KOSPI masih mencatat penurunan hingga 19% sepanjang Maret 2026, seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah dan lonjakan harga energi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News