Oleh karena itu, mengendalikan biaya energi bukan hanya soal mematikan lampu saat keluar ruangan. Pola pembayaran, program pemanfaatan yang tersedia, hingga kebiasaan penggunaan peralatan elektronik juga dapat menentukan seberapa besar pengeluaran listrik setiap bulan.
Dilansir dari laman BBC pada Selasa, 29 September 2026, ada beberapa langkah sederhana yang bisa mulai dilakukan masyarakat untuk membuat penggunaan energi lebih efisien tanpa harus mengorbankan kebutuhan sehari-hari.
1. Pilih Skema Pembayaran yang Sesuai
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah cara membayar tagihan listrik. Pastikan metode pembayaran yang digunakan sesuai dengan kemampuan mengatur keuangan agar tagihan tidak menumpuk dan mengganggu kebutuhan lainnya.
Bagi pelanggan listrik pascabayar, mencatat penggunaan dan nominal tagihan setiap bulan juga bisa membantu melihat pola konsumsi. Sementara pelanggan prabayar dapat menjadikan pengisian token sebagai pengingat untuk mendengarkan seberapa besar listrik yang digunakan dari bulan ke bulan.
2. Manfaatkan Program atau Bantuan yang Tersedia
Masyarakat juga dapat memeriksa apakah terdapat program bantuan atau subsidi energi yang sesuai dengan kriteria penerima. Langkah ini penting terutama bagi rumah tangga yang memiliki batasan anggaran dan memenuhi persyaratan program pemerintah.
Namun, pastikan informasi mengenai bantuan berasal dari kanal resmi pemerintah atau penyedia listrik. Jangan mudah percaya pada tawaran potongan tagihan atau bantuan yang meminta data pribadi maupun sejumlah uang terlebih dahulu.
3. Cek Lagi Kebiasaan Penggunaan Listrik
Penghematan bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele. Mematikan lampu dan perangkat elektronik ketika tidak digunakan, mengurangi penggunaan AC yang tidak perlu, serta memilih pengaturan suhu yang lebih efisien dapat membantu mengurangi konsumsi listrik.
Penggunaan peralatan rumah tangga juga perlu diperhatikan. Misalnya, mencuci pakaian dalam jumlah yang cukup sekaligus, tidak terlalu sering menggunakan mesin pengering, dan memilih perangkat elektronik yang memiliki konsumsi energi lebih rendah ketika membeli peralatan baru.
4. Jangan Hanya Menghemat, tapi Atur Pola Konsumsi
Menghemat listrik bukan berarti seluruh aktivitas di rumah harus dibatasi secara berlebihan. Yang lebih penting adalah mengetahui perangkat mana yang paling banyak menggunakan energi dan mengatur pemakaiannya berdasarkan kebutuhan.
Coba catat tagihan listrik selama beberapa bulan dan bandingkan dengan perubahan kebiasaan di rumah. Dari situ, masyarakat dapat melihat aktivitas mana yang membuat konsumsi meningkat dan menentukan langkah penghematan yang paling masuk akal untuk kondisi masing-masing rumah tangga. (Wisa Irena Br Sitepu)