Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena (kiri) bersama Presiden IIA Indonesia Angela Indirawati Simatupang. Foto: dok OJK.
Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena (kiri) bersama Presiden IIA Indonesia Angela Indirawati Simatupang. Foto: dok OJK.

OJK Gandeng IIA Perkuat Peran Profesi Auditor Intern Sektor Jasa Keuangan

Husen Miftahudin • 22 September 2022 11:11
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia sepakat memperkuat peran profesi auditor intern dalam peningkatan sistem Governance, Risk and Compliance (GRC) guna mendukung penguatan di sektor jasa keuangan (SJK) yang stabil dan tumbuh sehat.
 
Pada saat pertemuan dengan Presiden IIA Indonesia Angela Indirawati Simatupang, Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena menyampaikan OJK telah mengeluarkan sejumlah POJK yang mewajibkan pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) untuk mempunyai Satuan Kerja Audit Intern (SKAI).
 
"Dengan demikian diharapkan dari Laporan SKAI tersebut dapat benar-benar memberikan nilai tambah dan rekomendasi terhadap kelemahan yang signifikan pada proses pengendalian di internal perusahaan," ucap Sophia dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 22 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa Peraturan OJK yang mewajibkan PUJK untuk mempunyai SKAI atau fungsi audit intern tersebut antara lain:
  1. POJK No. 1/POJK.03/2019 tentang Penerapan Fungsi Audit Intern Pada Bank Umum, POJK No. 4/POJK.03/2015 tentang Tata Kelola bagi Bank Perkreditan Rakyat dan POJK No. 24/POJK.03/2018 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah untuk Perbankan,
  2. POJK No. 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal untuk Emiten Pasar Modal,
  3. POJK No. 73/POJK.05/2016 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik Bagi Perusahaan Perasuransian dan POJK No.19/POJK.05/2019 tentang Tata Kelola Dana Pensiun untuk Industri Keuangan Non Bank,
  4. POJK No. 18/POJK.03/2014 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan untuk Konglomerasi Keuangan.

Lebih lanjut Sophia juga menyampaikan, saat ini OJK telah menerapkan metode Continuous Audit Continuous Monitoring (CACM), yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendukung proses assurance di internal OJK.
 
"Metode ini diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pengujian internal control sehingga proses pengawasan yang diotomasikan bisa berjalan lebih efektif dan efisien," tegasnya.
 
Baca juga: Simak! Ada 3 Aturan Baru Nih dari OJK soal Industri Pasar Modal

 
Sementara itu, Presiden IIA Indonesia Angela Indirawati Simatupang menyambut baik dan mengatakan IIA akan siap membantu OJK dalam meningkatkan ekosistem praktik audit intern menjadi lebih baik, yang antara lain sesuai dengan POJK No. 1/POJK.03/2019, audit intern diharuskan untuk menerapkan kode etik dan membangun kompetensi profesional.
 
"Ke depan upaya proaktif dan kolaboratif OJK dengan IIA Indonesia akan terus ditingkatkan untuk mengedepankan perkembangan kapasitas audit intern, penguatan tata kelola yang baik serta kualitas GRC di industri jasa keuangan untuk mendukung penguatan PUJK dan SJK yang sehat dan tumbuh berkelanjutan," pungkas Angela.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif