Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Sepekan, Pesona Emas Antam Memudar

Ekonomi Harga Emas Antam Berita Menarik Ekonomi Sepekan Berita Terpopuler Ekonomi
Angga Bratadharma • 09 Januari 2021 12:02
Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan di sepanjang pekan ini terlihat berfluktuasi dan berakhir melemah. Ketidakpastian ekonomi yang mulai berkurang dengan hadirnya vaksin dan jelang vaksinasi membuat pesona logam mulia berupa emas memudar.
 
Mengutip data Logam Mulia Antam, Sabtu, 9 Januari 2021, harga emas Antam di awal pekan atau tepatnya Senin, 4 Januari, berada di posisi Rp975 ribu per gram. Lalu pada Selasa, 5 Januari, harga emas stabil di posisi Rp975 ribu per gram. Kemudian pada Rabu, 6 Januari, harga emas naik ke level Rp981 ribu per gram.
 
Sedangkan pada Kamis, 7 Januari, harga emas Antam tertekan ke level Rp971 ribu per gram. Lalu pada akhir pekan atau tepatnya Jumat, 8 Januari, harga emas Antam kembali tertekan ke posisi Rp969 ribu per gram. Kemilau emas Antam terus memudar seiring langkah pemerintah untuk segera menjalankan program vaksinasi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, harga emas dunia anjlok lebih dari empat persen pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) setelah sedikit menguat sehari sebelumnya. Prospek untuk transisi kekuasaan yang mulus di Washington dan imbal hasil obligasi AS yang tinggi menarik investor menjauh dari emas.
 
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange terjun USD78,2 atau 4,09 persen menjadi USD1.835,40 per ons. Ini adalah penyelesaian emas berjangka terendah sejak 14 Desember, serta persentase kerugian satu hari terburuk untuk kontrak paling aktif sejak 9 November.
 
Laporan pekerjaan negatif gagal menawarkan dukungan apapun bagi emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat waktu setempat bahwa Amerika Serikat kehilangan 140 ribu pekerjaan pada Desember, setelah memperoleh 336 ribu pekerjaan pada November.
 
Sehari sebelumnya, Kamis, emas berjangka menguat USD5,00 atau 0,26 persen menjadi USD1.913,60. Setelah anjlok sebanyak USD45,8 atau 2,34 persen menjadi USD1.908,60 pada Rabu. Serta naik USD7,8 atau 0,4 persen menjadi USD1.954,40 pada Selasa.
 
"Emas mengalami pergeseran fundamental yang besar bagi banyak investor dan mereka mulai meninggalkan perdagangan safe haven. Anda mungkin akan melihat bahwa pasar obligasi melihat aliran yang kuat dan itu menghilangkan beberapa daya tarik dari emas," kata Analis Pasar Senior OANDA Edward Moya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif