Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

6 Tips Hemat Gelar Pernikahan saat Pandemi

Ekonomi Virus Korona tips keuangan tips berinvestasi pandemi covid-19
Angga Bratadharma • 24 November 2020 11:03
Jakarta: Pernikahan yang sakral, bermakna, mengesankan, dan tak terlupakan selalu identik dengan biaya yang mahal serta menelan biaya ratusan juta hingga milyaran rupiah. Lantas, apakah pernikahan dengan dana terbatas bisa dikatakan jauh dari kata layak?
 
Megah atau tidak, pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah dan peresmian ikatan perkawinan secara norma agama, hukum, dan sosial. Sejatinya, ketika sepasang calon pengantin memilih untuk menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) saja, maka dia tidak akan dipungut biaya. Namun jika diadakan di luar jam kerja akan dikenakan tarif sebesar Rp600 ribu.
 
Pandemi covid-19 membuat banyak pasangan yang memilih untuk menikah di KUA lantaran adanya larangan berkumpul demi mencegah penyebaran virus. Namun bagi sebagian besar orang, merayakan pernikahan dengan pesta di tengah pandemi juga masih menjadi pilihan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di satu sisi, masa pandemi yang menimbulkan ketidakpastian ekonomi akhirnya membuat seseorang harus memprioritaskan pengeluaran yang bersifat kebutuhan ketimbang keinginan. Namun di sisi lain, risiko akan bengkaknya pengeluaran karena pesta pernikahan tentu ada, mengingat jasa vendor pernikahan tidak murah.
 
Mengutip Lifepal, Selasa, 24 November 2020, berikut tips bagi mereka yang berniat menggelar pernikahan di masa pandemi.
 
1. Tentukan waktu dan estimasi biaya pernikahan di awal
 
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan waktu dan estimasi total biaya pernikahan.  Dengan menentukan dua hal ini di awal, maka seseorang bisa mengumpulkan dana dengan mudah lewat instrumen investasi yang ada. Selain itu, bisa mewaspadai bengkaknya pengeluaran yang muncul di kemudian hari.
 
Pastikan bahwa biaya pernikahan tidak menguras tabungan yang artinya masih memiliki aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) sebesar minimal 15 persen dari kekayaan bersih saat ini. Dari total biaya yang dipersiapkan, jangan habiskan seluruhnya untuk memilih vendor penunjang pernikahan.
 
2. Jangan menggunakan dana darurat untuk gelar pesta
 
Ketika dana darurat sudah terkumpul dalam jumlah ideal, hindarilah penggunaan dana tersebut untuk biaya pernikahan. Fungsi utama dana darurat adalah memitigasi risiko hilangnya pendapatan karena pemutusan hubungan kerja, atau menalangi biaya-biaya operasional sehari-hari yang bersifat darurat. Karena itu, jumlahnya harus terjaga sesuai dengan kebutuhan.
 
3. Jangan berutang demi pesta pernikahan
 
Pesta pernikahan adalah acara syukuran yang terjadi dalam beberapa jam saja di satu hari. Berutang dengan mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk membayar jasa vendor-vendor mahal bukan hal tepat. Utang untuk keperluan pernikahan hanya akan menambah liabilitas dan menggerus kekayaan bersih.
 
Patut diketahui bahwa mengajukan utang ke bank atau lembaga pemberi pinjaman ada bunganya.  Selenggarakanlah pesta pernikahan yang memang sesuai dengan kondisi keuangan.
 
4. Bagi pria pertimbangkan mas kawin berupa surat berharga
 
Mas kawin berupa kepingan emas mungkin akan terlihat elegan dan mentereng ketika didokumentasikan pada acara akad nikah. Namun di masa pandemi ini, harga emas terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bagi yang belum memiliki emas dan masih bingung mencari mas kawin maka tidak ada salahnya untuk menggunakan saham.
 
5. Ingat, seseorang bisa menghemat katering di masa pandemi
 
Bukan rahasia lagi, katering bisa menjadi porsi pengeluaran terbesar dalam pesta pernikahan. Guna menghemat pengeluaran ini, seseorang bisa mengalokasikan anggaran katering maksimal 25 persen dari total anggaran biaya pernikahan. Rasio umum dalam pemesanan katering adalah 60 persen untuk buffet dan 40 persen untuk stall.
 
6. Jangan lupa untuk meminta bonus ke setiap vendor
 
Jangan hanya meminta diskon ke vendor-vendor terkait, mintalah bonus ke vendor pernikahan yang dituju sebelum menyepakati kerja sama. Sebut saja, bila venue pernikahan adalah hotel, maka mintalah compliment berupa kamar hotel untuk staycation bersama keluarga atau paket bulan madu.
 
Terkait dekorasi, mintalah bonus berupa beberapa pernak-pernik guna mempercantik pelaminan atau venue. Untuk dokumentasi, mintalah bonus cetak foto. Untuk katering, mintalah ekstra makanan bagi beberapa tamu.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif