Literasi keuangan. Foto: Medcom.id.
Literasi keuangan. Foto: Medcom.id.

Program Literasi Keuangan Inklusif Dinilai Penting untuk Masa Depan Generasi Muda

Arif Wicaksono • 16 Juni 2026 10:16
Jakarta: Meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak. Kondisi ini menjadi tantangan bagi generasi muda Indonesia yang tumbuh di era digital dengan beragam pilihan produk dan layanan keuangan yang semakin kompleks.
 
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar hanya meningkat dari 56,42 persen pada 2024 menjadi 61,76 persen pada 2025. Di sisi lain, tingkat inklusi keuangan melonjak lebih cepat dari 69 persen menjadi 84,42 persen pada periode yang sama. 
 
Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang memiliki akses ke layanan keuangan, namun belum tentu memiliki pemahaman yang memadai untuk mengelolanya secara sehat dan bertanggung jawab.
 
Baca juga:  FOMO, YOLO, dan FOPO Bisa Bikin Dompet Jebol, Ini Cara Anak Muda Kelola Uang dengan Bijak

Tantangan yang sama juga masih dihadapi kelompok penyandang disabilitas. Data menunjukkan hanya sekitar 24,3 persen penyandang disabilitas berusia 15 tahun ke atas yang memiliki rekening bank, jauh lebih rendah dibandingkan masyarakat non-disabilitas yang mencapai 47 persen.

Melihat kondisi tersebut, PT Bank HSBC Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) meluncurkan Financial Empowerment Pathways 2026, sebuah rangkaian program edukasi keuangan yang dirancang untuk membangun keterampilan finansial generasi muda melalui pendekatan yang praktis, inklusif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
 
Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 1.700 peserta hingga akhir 2026, mulai dari siswa penyandang disabilitas, pelajar sekolah menengah pertama, hingga mahasiswa. Inisiatif tersebut dijalankan melalui tiga program utama, yakni INFINITY (Inclusive Financial Literacy for Young People), JA More than Money, dan Elevate (Elevating Financial Literacy through Action & Innovation).
 
Pelaksanaan program tahun ini diawali melalui kegiatan INFINITY yang digelar di SLBN 02 Jakarta. Program tersebut dirancang khusus untuk membantu siswa penyandang disabilitas pendengaran memahami konsep dasar pengelolaan keuangan melalui metode pembelajaran yang lebih adaptif, seperti pendekatan visual, aktivitas kinestetik, dan simulasi pengalaman langsung.
 
Dalam kegiatan bertajuk Money Adventures, para peserta diajak mengenal empat konsep utama dalam pengelolaan keuangan, yakni memperoleh pendapatan, menabung, berbelanja, dan berbagi. Mereka belajar melalui simulasi berbagai profesi, menyusun target tabungan, menentukan prioritas pengeluaran, hingga memahami pentingnya berbagi kepada sesama.
 
Asisten Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Chandra Shadiq Faritzi, menegaskan peningkatan akses keuangan harus dibarengi dengan upaya memperluas literasi keuangan yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
 
Menurutnya, OJK telah memperkuat komitmen tersebut melalui peluncuran Pedoman Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya (SETARA) pada awal 2025, serta Buku Pedoman Literasi Keuangan bagi Penyandang Disabilitas pada akhir tahun yang sama.
 
Ia menilai pendidikan keuangan yang disampaikan melalui pendekatan yang inklusif dan sesuai kebutuhan peserta dapat membantu generasi muda memahami risiko finansial, mengelola pengeluaran dengan lebih bijak, serta membangun kebiasaan keuangan yang sehat sejak dini.
 
Sementara itu, Presiden Direktur HSBC Indonesia, Stuart Rogers, mengatakan generasi muda saat ini hidup di tengah kemudahan akses keuangan, namun juga menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam mengambil keputusan finansial.
 
Mulai dari budaya konsumsi digital hingga hadirnya berbagai layanan keuangan instan, menurutnya, membuat generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar teori mengenai pengelolaan uang.
 
"Mereka perlu pengalaman nyata yang dapat membantu membangun kebiasaan sekaligus kepercayaan diri dalam mengambil keputusan finansial yang tepat," ujarnya.
 
Melalui Financial Empowerment Pathways 2026, HSBC Indonesia ingin membantu generasi muda memahami pengelolaan keuangan melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka sehingga mampu membangun masa depan finansial yang lebih aman dan berkelanjutan.
 
Pandangan serupa disampaikan Dewan Nasional Prestasi Junior Indonesia, Natalia Soebagjo. Ia menilai tantangan utama generasi muda saat ini bukan lagi soal akses terhadap uang maupun teknologi, melainkan kesempatan untuk belajar mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.
 
Menurutnya, kemampuan mengatur pengeluaran, menentukan prioritas, menabung, hingga menghadapi tekanan sosial terkait gaya hidup merupakan keterampilan yang perlu dibangun melalui pengalaman langsung, bukan hanya teori di ruang kelas.
 
Selain program untuk penyandang disabilitas, HSBC Indonesia dan PJI juga akan kembali menjalankan program JA More than Money yang menyasar sekitar 1.500 siswa sekolah menengah pertama di Jakarta. Program tersebut menggabungkan pembelajaran literasi keuangan dan kewirausahaan melalui berbagai aktivitas interaktif. Peserta akan belajar menyusun anggaran, memahami pengelolaan uang, mengambil keputusan finansial, hingga mengembangkan ide bisnis sederhana yang nantinya dipraktikkan dalam kegiatan market day.
 
Sementara itu, program Elevate akan membekali 100 mahasiswa dengan pemahaman keuangan yang lebih mendalam melalui lokakarya, pendampingan, serta kompetisi Financial Innovation Challenge. Para peserta akan diajak menganalisis berbagai persoalan keuangan nyata dan mengembangkan solusi inovatif yang dapat diuji secara langsung dengan dukungan pendanaan awal serta pengalaman belajar di lingkungan industri.
 
Kolaborasi HSBC Indonesia dan PJI dalam bidang edukasi keuangan sendiri telah berlangsung sejak 2008. Berbagai program yang dijalankan selama hampir dua dekade terakhir telah menjangkau lebih dari 51.400 pelajar Indonesia dari berbagai jenjang pendidikan.
 
Melalui Financial Empowerment Pathways 2026, kedua organisasi kembali menegaskan komitmennya untuk membantu generasi muda Indonesia membangun pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam mengelola keuangan, sehingga mampu mengambil keputusan finansial yang lebih sehat, tangguh, dan bertanggung jawab di masa depan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan