Ilustrasi tips keuangan. Foto: Unplash/Amol Tyagi
Ilustrasi tips keuangan. Foto: Unplash/Amol Tyagi

FOMO, YOLO, dan FOPO Bisa Bikin Dompet Jebol, Ini Cara Anak Muda Kelola Uang dengan Bijak

Annisa ayu artanti • 13 Juni 2026 16:18
Ringkasnya gini..
  • FOMO, YOLO, dan FOPO sering membuat anak muda mengambil keputusan finansial yang kurang rasional.
  • Tingginya penggunaan pinjol di kalangan muda menunjukkan pentingnya literasi dan disiplin keuangan.
Jakarta: Media sosial telah mengubah banyak hal, termasuk cara generasi muda mengambil keputusan finansial. 
 
Di tengah derasnya tren digital, fenomena seperti fear of missing out (FOMO), you only live once (YOLO), dan fear of other people's opinion (FOPO) semakin sering memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, khususnya kalangan muda.
 
Tanpa disadari, dorongan untuk mengikuti tren, menjaga citra, atau memenuhi gaya hidup tertentu dapat membuat seseorang mengambil keputusan keuangan yang kurang rasional. 

Akibatnya, berbagai fasilitas pembiayaan instan seperti paylater hingga pinjaman online kerap menjadi jalan pintas untuk memenuhi keinginan jangka pendek.
 
Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution, menilai rendahnya literasi keuangan masih menjadi tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini.
 
“Dorongan mengikuti tren, menjaga gengsi, maupun gaya hidup tertentu sering membuat seseorang mengabaikan kemampuan finansialnya. Akibatnya, berbagai instrumen pembiayaan konsumtif jadi pilihan instan untuk memenuhi keinginan jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang,” ujarnya dilansir Antara, Sabtu, 13 Juni 2026.
 
Baca juga: Jakarta Fair 2026 Makin Asyik, Begini Cara Nikmatin PRJ Tanpa Bikin Dompet Menipis

Menurut Farid, kondisi tersebut tercermin dari tingginya penggunaan layanan pinjaman online oleh kelompok usia muda, yang mencapai hingga 60 persen.
 
Fakta ini mengindikasikan perlunya literasi dan kesadaran finansial diperkuat sejak dini, agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam berbagai risiko keuangan.
 
Dia juga mengatakan tantangan terbesar sering kali bukan pada jumlah uang yang dimiliki, melainkan bagaimana seseorang mampu mengelola keinginannya.
 
"Diskon, fasilitas paylater, dan berbagai bentuk cicilan yang tersedia saat ini menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan mengendalikan diri dan menentukan prioritas,” jelasnya.
 
Sebagai langkah awal membangun kesadaran finansial, Farid mendorong generasi muda untuk membiasakan diri menabung secara rutin di bank.
 
Kebiasaan tersebut dinilai tidak hanya membantu pengelolaan keuangan yang lebih baik, tetapi juga membangun disiplin dan kemampuan merencanakan masa depan secara lebih terarah.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan