Persiapan Dana Pensiun. Foto: Unsplash.
Persiapan Dana Pensiun. Foto: Unsplash.

4 Alasan Orang Sering Menunda Dana Pensiun, Nomor 1 Paling Sering Terjadi

Arif Wicaksono • 26 Agustus 2026 19:32

Jakarta: Pensiun memang masih terasa jauh, terutama buat yang baru masuk dunia kerja. Tapi justru karena masih jauh, persiapannya sering dianggap bisa dilakukan nanti.

Padahal, membangun dana pensiun bukan proses instan. Semakin cepat dimulai, semakin panjang waktu yang tersedia untuk mengumpulkan dana secara bertahap.

Baca juga: 4 Negara dengan Sistem Pensiun Terbaik Dunia, Ada Negara Asia 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengidentifikasi sejumlah alasan yang membuat masyarakat masih menunda persiapan dana pensiun. Mulai dari merasa pensiun masih lama sampai bingung harus mulai dari mana.

Berikut empat alasannya:

1. Merasa pensiun masih lama

Ini mungkin alasan yang paling relate buat banyak pekerja muda. Karena usia pensiun masih puluhan tahun lagi, dana pensiun akhirnya kalah prioritas dibanding kebutuhan hari ini.
 
Gaji lebih dulu digunakan untuk makan, tempat tinggal, cicilan, liburan, hingga memenuhi berbagai kebutuhan lainnya.

Masalahnya, waktu justru menjadi salah satu aset penting dalam menyiapkan dana pensiun.Semakin awal mulai menyisihkan uang, semakin panjang waktu yang dimiliki untuk membangun dana tersebut secara bertahap.

Jadi, tidak harus langsung menyisihkan jutaan rupiah. Yang penting mulai dulu dan dilakukan secara konsisten.

2. Gaji habis untuk kebutuhan sekarang

Biaya hidup terus berjalan. Ada kebutuhan sehari-hari, cicilan, biaya pendidikan, kebutuhan keluarga, sampai modal usaha.

Dalam kondisi seperti ini, dana pensiun sering dianggap sebagai kebutuhan yang bisa ditunda "Untuk nanti" akhirnya kalah dengan kebutuhan "sekarang".

Padahal, dana pensiun juga sebaiknya diperlakukan sebagai salah satu pos keuangan rutin. Nominalnya bisa disesuaikan dengan kemampuan, yang penting tidak hanya menunggu punya penghasilan besar untuk mulai menabung.

3. Bingung sebenarnya butuh berapa

Menentukan target dana pensiun memang tidak selalu mudah. Banyak orang akhirnya berpikir, "Nanti kalau sudah tahu butuh berapa baru mulai."

Masalahnya, keputusan tersebut justru bisa membuat persiapan semakin mundur. Perencanaan keuangan dapat membantu seseorang memperkirakan kebutuhan masa pensiun berdasarkan penghasilan, gaya hidup, usia, target pensiun, dan kondisi keuangannya.

Dengan begitu, target yang dibuat tidak sekadar asal menyebut angka besar.

4. Tidak tahu harus mulai dari mana

Menabung? Deposito? Reksa dana? Obligasi? Dana pensiun? Atau investasi lainnya?

Terlalu banyak pilihan justru bisa membuat orang tidak melakukan apa-apa.

OJK menilai peningkatan literasi keuangan penting agar masyarakat memahami pilihan keuangan yang tersedia dan bisa menentukan strategi sesuai kondisi masing-masing.

Jangan sampai karena terlalu sibuk mencari instrumen yang "paling sempurna", akhirnya tidak pernah mulai. Ini bukan soal besar-besaran, tapi konsistensi. Persiapan pensiun tidak harus dimulai dengan uang dalam jumlah besar.

Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan menyisihkan uang secara rutin dan konsisten sesuai kemampuan. Misalnya, seseorang belum mampu menyisihkan banyak uang setiap bulan. Tidak masalah. Yang penting memiliki pos khusus untuk masa depan dan menjadikannya bagian dari rutinitas keuangan.

Seiring penghasilan meningkat, nominalnya bisa dinaikkan.Intinya, jangan menunggu kaya untuk mulai menyiapkan dana pensiun.

Karena ketika pensiun benar-benar sudah dekat, waktu yang tersisa untuk mengejar target keuangan juga semakin pendek. Pensiun memang masih jauh. Tapi persiapannya justru lebih baik dimulai dari sekarang.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan